Hybrid Banking Dorong Transaksi Nasabah BCA Tumbuh 60 dalam 3 Tahun

Hybrid Banking Dorong Transaksi Nasabah BCA Tumbuh 60 dalam 3 Tahun

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 11 September 2026 - 21:41
share

Integrasi layanan perbankan digital dan jaringan kantor fisik melalui pendekatan hybrid banking mendorong volume transaksi nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tumbuh hingga 60 dalam tiga tahun terakhir. Strategi tersebut dinilai mampu memberikan fleksibilitas kepada nasabah untuk memilih kanal layanan sesuai kebutuhan sekaligus memperkuat pengalaman perbankan.

“Transformasi digital dan kehadiran kantor cabang saling melengkapi dalam memberikan pengalaman perbankan yang relevan. Kami ingin memastikan nasabah senantiasa memiliki fleksibilitas penuh untuk memilih kanal layanan sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka,” kata Kepala Pendukung Operasi Wilayah VI BCA Lenny Cendra, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga:BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8

Hingga akhir Juni 2026, BCA melayani 42 juta rekening nasabah melalui dukungan layanan digital seperti myBCA dan BCA mobile, jaringan 1.272 kantor cabang, serta lebih dari 20.000 mesin ATM dan CRM yang tersebar di Indonesia. Pertumbuhan aktivitas transaksi tersebut turut menopang penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan.

Pada semester I 2026, total DPK BCA tumbuh 7,9 secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun. Kinerja tersebut mencerminkan tetap kuatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan perbankan, baik melalui kanal digital maupun jaringan fisik.

Di tengah peningkatan penggunaan layanan digital, BCA tetap memperkuat jaringan kantor untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang memerlukan pendampingan secara langsung. Salah satunya dilakukan melalui peresmian gedung baru sekaligus peningkatan status KCP Kemiling di Bandar Lampung, Lampung.Berlokasi di Gedung Chandra Kemiling, Jalan Teuku Cik Ditiro No. 56, Bandar Lampung, KCP Kemiling kini beroperasi sebagai KCP penuh setelah sebelumnya berstatus KCP Kas. Relokasi dan peningkatan status tersebut dilakukan seiring dengan bertambahnya jumlah nasabah serta meningkatnya aktivitas perekonomian di kawasan Kemiling dan sekitarnya.

Baca Juga:Penetrasi Investasi Anak Muda RI Masih Rendah Dibanding Negara Maju

Lenny mengatakan kehadiran kantor fisik tetap dibutuhkan meski teknologi telah mengubah pola transaksi masyarakat. Menurut dia, sejumlah kebutuhan perbankan masih memerlukan konsultasi, pendampingan, dan interaksi langsung antara nasabah dengan petugas.

“Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. Namun, kami melihat kebutuhan terhadap layanan fisik tetap penting, khususnya untuk berbagai kebutuhan perbankan yang memerlukan pendampingan dan interaksi langsung,” ujarnya.

Topik Menarik