Sjafrie Sjamsoeddin Terima Kunjungan Menhan Sudan, Bahas Kerja Sama Pertahanan
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menhan Sudan, H.E. Lt. Gen. Hassan Daoud Kabroun Kayan, hari ini di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas sejumlah peluang kerja sama antara Indonesia dan Sudan.
Sjafrie menyambut kedatangan Kayan dalam sebuah upacara penyambutan. Setelah itu, kedua menteri menggelar pertemuan secara tertutup.
Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kunjungan Menhan Sudan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral, khususnya di sektor pertahanan.
Baca juga: Hadiri Pertemuan 2+2, Menhan: Indonesia–Australia Perkuat Pertahanan dan Keamanan
"Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia, bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, terkhusus di bidang pertahanan," ujar Kayan, Rabu (9/9/2026).Salah satu peluang kerja sama yang dibahas adalah pendidikan dan pelatihan pertahanan. Sudan menyatakan ketertarikannya untuk mengirimkan personel guna mengikuti pendidikan pertahanan di Indonesia.
Selain pertahanan, kedua pihak juga membahas potensi kerja sama di bidang ketahanan pangan. Sudan memiliki lahan pertanian yang luas dan dinilai memiliki potensi besar di sektor peternakan.
Lihat video: PERTEMUAN STRATEGIS! Sjafrie Sjamsoeddin Sambut Menteri China, Bahas Latihan Militer
Menurut Rico, potensi tersebut dapat dijajaki untuk mendukung program ketahanan pangan Indonesia. "Sudan menyampaikan potensi yang mereka miliki berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar. Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama, khususnya Indonesia, dalam mendukung pertahanan pangan yang sedang kita lakukan," kata Rico.Kerja sama juga berpeluang diperluas ke sektor ekonomi. Posisi strategis Sudan di kawasan Afrika dinilai dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan tersebut. Namun, berbagai peluang tersebut masih perlu dibahas dan dikaji lebih lanjut melalui mekanisme kementerian dan lembaga terkait. Kerja sama pertahanan nantinya dapat dituangkan dalam Defense Cooperation Arrangement (DCA).
Rico mengatakan hasil pembicaraan kedua menteri selanjutnya akan ditindaklanjuti secara teknis. Kelompok kerja atau working group akan dibentuk untuk memetakan bentuk kerja sama yang lebih konkret sesuai kepentingan nasional kedua negara.
"Saat ini kedua negara juga belum memiliki dokumen formal untuk kerja sama pertahanan bilateral, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut," ujarnya.
Indonesia juga terus mencermati perkembangan situasi keamanan dan kemanusiaan di Sudan. Kunjungan Menhan Sudan tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk membangun kerangka kerja sama pertahanan bilateral yang lebih formal antara Indonesia dan Sudan.










