Gunung Meletus Makin Sering, Benarkah Al-Quran Sudah Mengabarkan Tanda Kiamat?
Gunung meletus merupakan salah satu fenomena alam yang memiliki daya rusak sangat besar. Ketika erupsi terjadi, gunung api dapat memuntahkan abu vulkanik, lava, awan panas, hingga berbagai material vulkanik yang membahayakan kehidupan di sekitarnya.
Dalam perspektif Islam, fenomena alam seperti gunung meletus juga dapat menjadi momentum untuk merenungkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Jauh sebelum manusia memiliki teknologi untuk memantau aktivitas gunung api, Al-Qur'an telah mengajak manusia memperhatikan gunung sebagai salah satu tanda kebesaran-Nya.
Al-Qur'an tidak hanya menyebut gunung sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT. Sejumlah ayat juga menggambarkan bagaimana gunung akan mengalami perubahan dahsyat, mulai dari berguncang, bergerak, hingga hancur dan menjadi seperti debu atau bulu yang berhamburan.
Namun, gambaran tersebut terutama berkaitan dengan kedahsyatan hari kiamat. Karena itu, setiap peristiwa erupsi gunung atau gempa bumi tidak serta-merta dapat disebut sebagai tanda pasti bahwa kiamat sudah dekat.
Baca juga:Tafsir Surat Az-Zalzalah Ayat 1-3, Gambaran Dahsyat Saat Bumi DiguncangkanPesan yang dapat diambil adalah manusia diajak menyaksikan fenomena alam sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran akan keterbatasan diri dan kebesaran Allah SWT.
Gunung dalam Al-Qur'an
Salah satu gambaran tentang kedahsyatan perubahan gunung terdapat dalam Surah Al-Muzzammil ayat 14:يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًاArtinya: "Pada hari ketika bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan."
Gambaran mengenai perubahan gunung juga terdapat dalam sejumlah ayat lainnya. Di antaranya :
Dalam Surah Al-Kahfi ayat 47, Allah SWT menggambarkan gunung-gunung akan dijalankan dan bumi tampak terbuka. Sementara Surah At-Takwir ayat 3 dan Surah Al-Mursalat ayat 10 menggambarkan gunung-gunung yang dihancurkan.
Adapun Surah Al-Qari'ah ayat 5 memberikan gambaran yang sangat kuat. Gunung-gunung disebut akan menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Perangkat Digital untuk Perkuat Pendidikan di Pulau Miangas
Kemudian dalam Surah Al-Haqqah ayat 14, Allah SWT berfirman mengenai bumi dan gunung yang diangkat kemudian dibenturkan dengan sekali benturan.Ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya perubahan alam ketika datang ketetapan Allah SWT pada hari kiamat.
Dahsyatnya Hari Kiamat
Gambaran serupa kembali ditemukan dalam Surah Al-Ma'arij ayat 9 dan Surah Thaha ayat 105. Gunung digambarkan akan menjadi seperti bulu yang berterbangan dan mengalami kehancuran.Sementara itu, Surah An-Naml ayat 88 menyebutkan:
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
Artinya: "Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Al-Qur'an juga menyebut gunung dalam konteks peristiwa lainnya. Surah Al-A'raf ayat 171, misalnya, mengisahkan gunung yang diangkat di atas suatu kaum hingga mereka mengira gunung tersebut akan jatuh menimpa mereka.
Hadis tentang Banyaknya Gempa
Selain Al-Qur'an, Rasulullah Muhammad SAW juga menyampaikan hadis mengenai gempa bumi dalam rangkaian tanda-tanda menjelang datangnya kiamat.Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Kiamat tidak akan datang sebelum banyaknya gempa bumi yang terjadi."
Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Bukhari, Kitab Al-Fitan.
Dalam riwayat Musnad Ahmad juga disebutkan rangkaian peristiwa yang akan terjadi menjelang kiamat, termasuk semakin banyaknya gempa bumi.
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa banyaknya gempa yang dimaksud bukan semata-mata menunjuk pada satu kejadian gempa di suatu wilayah. Fenomena tersebut dipahami dalam konteks semakin meluas dan berkesinambungannya gempa yang terjadi.
Jangan Gegabah Menyebut Bencana sebagai Tanda Kiamat
Dengan demikian, erupsi gunung maupun gempa bumi tidak semestinya langsung divonis sebagai tanda pasti bahwa kiamat akan segera terjadi.Fenomena alam memiliki sebab-sebab yang dapat dikaji secara ilmiah. Sementara itu, Al-Qur'an memberikan dimensi lain berupa ajakan kepada manusia untuk mengambil pelajaran, melakukan introspeksi, dan semakin menyadari kekuasaan Allah SWT.Gunung yang selama ini terlihat kokoh dan tidak bergerak sekalipun digambarkan dalam Al-Qur'an dapat berguncang, berjalan, hingga hancur ketika tiba ketetapan Allah SWT.
Pesan pentingnya adalah manusia tidak boleh terlena dengan kekuatan dan kestabilan dunia. Sebesar apa pun kekuatan alam dan sekokoh apa pun sesuatu yang terlihat di hadapan manusia, semuanya tetap berada di bawah kekuasaan Allah SWT.
Karena itu, setiap fenomena alam dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan Sang Pencipta. Wallahu a'lam.
Baca juga:3 Gunung yang Disebut dalam Al-Quran, Gunung Judi Tempat Berlabuh Bahtera Nabi Nuh










