Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Terapkan Kuliah Daring

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek Imbau Kampus Terapkan Kuliah Daring

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 7 September 2026 - 12:32
share

Aktivitas pembelajaran terkena dampak pascaerupsi Gunung Anak Krakatau. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pun mengimbau layanan pendidikan dialihkan sementara ke sistem daring.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mengambil langkah strategis untuk menjaga kesehatan dan keselamatan sivitas akademika menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH

Fauzan mengatakan, perguruan tinggi perlu mengurangi aktivitas di luar kampus guna meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Sebagai kebijakan pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dalam rangka menjaga kesehatan sivitas akademika, kami mengimbau kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk mengambil langkah-langkah strategis dan efektif yang berorientasi pada pengurangan aktivitas di luar kampus kepada seluruh sivitas akademika,” ujar Fauzan, dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, dikutip dari siaran YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI,Senin (7/9/2026).Menurut dia, layanan kantor, proses pembelajaran, maupun kegiatan akademik lainnya dapat dilakukan secara daring atau hybrid. Perguruan tinggi juga dapat menerapkan metode lain yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat debu erupsi.

Baca juga: Bogor, Depok, Tangerang, dan Tangsel Juga Berlakukan PJJ Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

“Aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain dapat dilakukan secara daring atau hybrid atau cara yang dianggap lebih efektif dalam rangka mengurangi terjadinya penyakit yang diakibatkan oleh debu erupsi itu,” katanya.

Kampus Diminta Aktifkan Posko Siaga

Selain mengurangi aktivitas di luar kampus, Fauzan meminta seluruh pimpinan perguruan tinggi mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing.

Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi dalam menghadapi dampak erupsi sekaligus memastikan kondisi sivitas akademika tetap terpantau.

"Kemudian kami menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi bantuan yang diperlukan oleh masyarakat maupun sivitas akademika. terutama adalah bantuan yang terkait dengan adanya kejadian erupsi ini," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam menangani situasi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemendiktisaintek terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

Koordinasi dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah yang terdampak.

Fauzan menyebut, berdasarkan hasil koordinasi dengan kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di tujuh wilayah terdampak, hingga saat ini belum terdapat laporan korban dari kalangan warga kampus.

“Tidak terdapat korban yang menimpa warga kampus atau termasuk juga infrastruktur,” ujar Fauzan.

Kampus Diminta Kerahkan Para Pakar

Lebih lanjut, Fauzan meminta pimpinan perguruan tinggi melibatkan para pakar untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan membantu penanganan dampaknya.Para pakar yang dapat dilibatkan antara lain berasal dari bidang kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi, serta bidang keilmuan lain yang relevan.

Menurut Fauzan, keterlibatan para ahli diperlukan agar perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi dalam menghadapi berbagai dampak yang muncul akibat erupsi.

Kemendiktisaintek, lanjut dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Hal-hal lain terkait penanganan akibat erupsi ini kami akan selalu koordinasi dengan para pihak termasuk pemerintah daerah setempat sehingga apa yang kami lakukan yang dilakukan oleh Kemendiktisaintek dapat terukur karena memang selalu berkoordinasi dengan para stakeholder," pungkasnya.

Topik Menarik