IHSG Dibuka Menguat 0,24, Sektor Kesehatan Topang Penguatan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,24 ke level 6.652 pada pembukaan perdagangan Senin (7/9/2026). Pergerakan indeks pada awal pekan diperkirakan fluktuatif dengan peluang melanjutkan penguatan, seiring investor mencermati sejumlah data ekonomi global dan domestik serta dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Perbaikan ini jika terkonfirmasi dapat menjadi sinyal positif bagi permintaan global dan sentimen pasar Asia termasuk Indonesia karena China merupakan partner dagang terbesar bagi Indonesia,” ujar Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan dalam risetnya, Senin (7/9/2026).
Baca Juga:IHSG Naik 1,82 dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Tercuan dan Terboncos
Pada awal perdagangan, volume transaksi tercatat sekitar 401 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp277 miliar dan frekuensi perdagangan 47 ribu kali. Dari saham yang diperdagangkan, sebanyak 231 saham menguat, 108 saham melemah, dan 624 saham stagnan.
Sejumlah indeks sektoral bergerak positif, dengan sektor kesehatan menjadi penguat terbesar sebesar 1,55, diikuti konsumer non-siklikal 0,87, infrastruktur 0,53, bahan baku 0,23, energi 0,17, keuangan 0,08, konsumer siklikal 0,07, dan properti 0,06. Sementara sektor transportasi turun 0,03, teknologi melemah 0,21, dan industri turun 0,30.Pada kelompok saham dengan kenaikan terbesar, Hetzer Medical Indonesia (MEDS) memimpin dengan penguatan 27,78, disusul Aracord Nusantara Group (RONY) sebesar 25 dan Jayamas Medica Industri (OMED) sebesar 20,16. Sebaliknya, Pakuan (UANG) turun 10,22, Intermedia Capital (MDIA) melemah 4,63, dan Cipta Perdana Lancar (PART) turun 4,46.
David mengatakan investor pada pekan ini akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia pada Senin yang memberikan gambaran mengenai ketahanan rupiah dan likuiditas eksternal. Pasar juga menunggu data produk domestik bruto (PDB) Jepang serta neraca perdagangan China Agustus yang diproyeksikan mencatat surplus USD120,1 miliar.
Dari dalam negeri, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu sentimen yang perlu diperhatikan karena sebaran abu vulkanik dilaporkan berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Baca Juga:IHSG Terperosok ke Zona Merah, Turun 0,47 ke 6.636 Hari IniDavid menilai peningkatan kebutuhan terhadap sejumlah produk kesehatan akibat paparan abu vulkanik, seperti masker, obat untuk gangguan pernapasan, dan obat tetes mata, berpotensi menjadi katalis jangka pendek bagi saham sektor kesehatan.
Pada perdagangan Jumat (4/9/2026), IHSG ditutup menguat 1,82 dibandingkan pekan sebelumnya ke level 6.636. Penguatan tersebut ditopang arus modal asing, dengan investor asing secara kumulatif mencatat net inflow sekitar Rp2,306 triliun di seluruh pasar dan Rp1,608 triliun di pasar reguler.
Menurut David, aliran dana asing terutama terkonsentrasi pada saham perbankan besar. Saham BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI secara bersama-sama mencatat net foreign buy lebih dari Rp3,19 triliun di pasar reguler, yang menjadi salah satu faktor pendukung penguatan IHSG pada pekan sebelumnya.










