Miliarder Venezuela yang Bantu AS Tangkap Maduro Kini Dapat Kontrak Minyak Pentagon
Miliarder Venezuela Alejandro Betancourt yang berperan membantu Amerika Serikat (AS) dalam operasi penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro kini mendapatkan posisi strategis dalam kesepakatan energi Washington dengan Venezuela. Melalui perusahaan North American Blue Energy Partners (NABEP), kesepakatan tersebut memberi AS akses jangka panjang terhadap sekitar seperlima cadangan minyak Venezuela.
"Rekam jejak NABEP dalam memproduksi minyak di Venezuela menjadikan perusahaan itu mitra terbaik untuk meningkatkan produksi dalam skema kerja sama ini," ungkap seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya dikutip dari Reuters, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga:Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia
Pentagon melalui Office of Strategic Capital mengambil 35 saham NABEP. Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memperoleh hak membeli 20 produksi minyak perusahaan dengan harga pokok serta akses prioritas terhadap 80 produksi lainnya.
Perubahan posisi Betancourt menandai pergeseran hubungan Washington dengan pengusaha Venezuela tersebut. Sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan AS di Venezuela menyebut Betancourt memainkan peran penting dalam strategi Washington menjelang operasi pada 3 Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Maduro.Setelah pergantian pemerintahan di Caracas, Betancourt disebut menjadi salah satu perantara utama komunikasi antara Washington dan Caracas untuk mempercepat pemulihan sektor energi Venezuela. Pada awal 2026, ia juga disebut membantu memediasi kesepakatan perdagangan minyak yang menghasilkan ekspor lebih dari 135 juta barel minyak mentah dan bahan bakar ke Amerika Serikat, Eropa, India, dan kawasan Karibia hingga akhir Agustus.
Volume tersebut setara dengan sekitar separuh total ekspor minyak Venezuela selama periode tersebut. Perkembangan itu sekaligus memperlihatkan semakin besarnya peran Betancourt dalam upaya Amerika Serikat menghidupkan kembali industri energi Venezuela setelah bertahun-tahun dibatasi oleh sanksi.
Namun, rekam jejak hukum Betancourt masih menjadi perhatian. Ia pernah diselidiki oleh otoritas Amerika Serikat, Spanyol, dan Swiss terkait dugaan pencucian uang yang melibatkan dana lebih dari USD1 miliar yang diduga digelapkan dari perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA. Hingga kini, Betancourt tidak pernah didakwa secara pidana.
Pengacara NABEP Sarah Chouraqui mengatakan berbagai tuduhan terhadap kliennya telah ditelaah oleh otoritas di sejumlah yurisdiksi tanpa menghasilkan dakwaan. Ia menyebut Betancourt memiliki pengalaman panjang dalam mengelola bisnis energi di pasar yang kompleks, tetapi tidak memberikan komentar mengenai dugaan keterlibatannya dalam operasi pemerintah AS.Meski penyelidikan federal di Florida dihentikan pada awal tahun ini, Kejaksaan Zurich menyatakan proses pidana terhadap Betancourt di Swiss masih berlangsung. Otoritas Swiss juga menegaskan pencabutan permintaan ekstradisi dari Inggris pada Mei lalu hanya berkaitan dengan aspek hukum ekstradisi di Inggris dan tidak memengaruhi substansi perkara yang masih diproses.
Baca Juga:Maduro Berpose Salam 2 Jari dari Penjara AS: 'Kami Tetap Kuat, Venezuela Akan Bangkit'
Betancourt merupakan salah satu pengusaha muda Venezuela yang dikenal sebagai bagian dari kelompok Bolichicos, yakni generasi pebisnis yang berkembang pada era Presiden Hugo Chavez. Melalui Derwick Associates, ia pernah memperoleh kontrak pembangunan pembangkit listrik senilai sekitar USD2 miliar dan sejak 2012 bermitra dengan PDVSA untuk mengelola ladang minyak tua yang kemudian menjadi basis produksi NABEP.
Kesepakatan terbaru tersebut mencerminkan perubahan pendekatan Washington terhadap Venezuela, dari tekanan dan sanksi menuju kerja sama strategis untuk memperkuat ketahanan energi. Namun, sejumlah mantan pejabat intelijen, jaksa, dan diplomat AS masih mengkhawatirkan besarnya pengaruh Betancourt terhadap kebijakan Amerika Serikat karena riwayat penyelidikan serta kedekatannya dengan elite pemerintahan Venezuela sebelumnya.










