Ditagih Utang Rp200 Juta oleh Nikita Mirzani, Begini Tanggapan Giorgio Antonio
Persoalan tagihan utang Rp200 juta yang melibatkan Nikita Mirzani dan Giorgio Antonio masih bergulir. Setelah pihak Nikita menyatakan siap mengambil langkah hukum untuk memperjuangkan haknya, kini muncul tanggapan dari pihak Giorgio.
Praktisi hukum Jaenudin mengungkapkan dirinya sempat bertemu dan berdiskusi dengan Giorgio Antonio serta Sarwendah. Salah satu hal yang dibicarakan dalam pertemuan itu adalah isu utang Rp200 juta.
Baca juga: Nikita Mirzani Tagih Utang Rp200 Juta ke Giorgio Antonio, Langkah Hukum Jadi Opsi
Di mana Giorgio menganggap isu itu sebagai hoaks semata.
“Pada pertemuan itu memang bukan hanya saya ketemu Gio, ada Wendah. Salah satunya adalah membahas terkait isu Rp200 juta yang selama ini dianggap oleh Gio itu sebuah hoax,” kata Jaenudin, dikutip dari YouTube Intens Investigasi.Menurut Jaenudin, kebenaran mengenai tagihan tersebut tetap perlu dibuktikan. Ia menilai seseorang yang menagih utang seharusnya memiliki dasar atau bukti yang jelas.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Dukung Justice for Nikita Mirzani, Soroti Proses PK
“Kalau kita nagih seseorang, paling tidak kan ada kuitansi, ada bukti transfer, bukti serah terima, atau bukti chat dan sebagainya,” ujarnya.
Jaenudin juga menyebut Giorgio merasa santai menghadapi persoalan tersebut karena menganggap kabar mengenai utang Rp200 juta itu tidak benar. Ia mengatakan Giorgio tidak ingin menanggapi persoalan tersebut terlalu jauh.
Padahal, Jaenudin sempat menyarankan Gio untuk membawa kasus ini ke langkah hukum apabila memang merasa dirugikan.“Dia nyaman dan nyantai aja gitu, karena dia merasa itu berita yang tidak benar,” tutur Jaenudin.
Menurutnya, Giorgio memiliki hak untuk membuat laporan polisi maupun mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum jika merasa dicemarkan atau difitnah.
Namun, Giorgio disebut enggan mengambil langkah tersebut. Jaenudin mengungkapkan respons Giorgio justru cukup santai dan memilih untuk memaafkan apa yang terjadi.
“Sudahlah Bang, biarkan saja. Lebih baik saya memaafkan saja apa yang semua terjadi,” kata Jaenudin, mengutip ucapan Giorgio.
Viral Bigmo Ajak Anak-Anak Promosikan Vape, Dokter Ungkap 3 Bahaya Nikotin bagi Anak dan Remaja
Jaenudin mengatakan Giorgio merasa persoalan tersebut tidak terlalu penting untuk diperpanjang. Karena itu, meski memiliki opsi hukum jika merasa dirugikan, Giorgio disebut memilih membiarkan persoalan tersebut berlalu.
“Saya juga menganggap bahwa yang sebenarnya permasalahan ini tidak terlalu penting buat dia. Apalagi orang tersebut kan masih ada di dalam (penjara), menganggap nggak ada gunanya juga diperkarakan,” lanjutnya.









