Temu Kangen KAGAMA 2026, 1.500 Alumni UGM Sekatenan di Jakarta
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Pengurus Daerah DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya merawat silaturahmi alumni lintas generasi melalui penyelenggaraan Temu Kangen KAGAMA 2026. Mengusung tema "Semarak Sekatenan bersama KAGAMA", acara yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu, 30 Agustus 2026 ini sukses mempertemukan lebih dari 1.500 alumni UGM beserta keluarga.
Temu Kangen KAGAMA 2026 membawa tiga nilai sekaligus, yakni mempertemukan alumni lintas generasi tanpa sekat, menjaga kesinambungan tradisi alumni UGM di Ibu Kota, dan mendorong kebermanfaatan alumni bagi masyarakat luas.
Ketua Panitia Temu Kangen KAGAMA 2026, Yundriati Erdani, menjelaskan tema Sekatenan dipilih karena tradisi tersebut menempatkan semua kalangan pada posisi yang setara. Semangat itu terlihat dari komposisi peserta yang hadir, mulai dari pejabat negara, pengusaha, hingga alumni yang baru bekerja satu sampai dua tahun. Alumni terlama yang tercatat hadir berasal dari angkatan 1968, sementara yang termuda dari angkatan 2022.
"Lewat keramaian Sekaten, keraton membuka diri dan mendekat kepada rakyatnya. Semangat itu yang kami pakai untuk mendekatkan alumni lintas angkatan, supaya tidak ada sekat antara yang sudah senior, sudah sukses, menjadi pejabat dengan alumni yang baru lulus," ungkap Yundriati.
Baca Juga : SegeRun 2026 KAGAMA DKI Sukses Digelar, 850 Peserta Ramaikan Ancol dengan Kostum UnikKetua Pengurus Daerah KAGAMA DKI Jakarta, Anton Mart Irianto, menyampaikan penyelenggaraan tahun ini menjadi penanda kesinambungan setelah Temu Kangen sempat absen pada tahun lalu. Menurutnya, tradisi berkumpulnya alumni UGM di Jakarta merupakan aset organisasi yang tidak boleh terputus.
"Sampai rapat terakhir tanggal 27 Agustus kami masih was-was karena situasi kondisi. Tapi, teman-teman panitia justru makin bersemangat, dan hari ini semangat tersebut ternyata terbukti. Ketika saya melihat antusiasme kedatangan ribuan alumni, saya semakin yakin bahwa semangat dan ikatan sebagai keluarga besar Gadjah Mada memang tidak pernah pudar," ujar Anton.
Anton melanjutkan, kesinambungan tersebut hanya mungkin dicapai melalui kolaborasi. KAGAMA DKI Jakarta menggandeng PP KAGAMA, KAGAMA daerah, dan berbagai komunitas KAGAMA lainnya, serta merangkul 34 sponsor pendukung acara.
"Temu Kangen ini bukan kerja KAGAMA DKI Jakarta sendirian, dan justru itu yang membuat acaranya terasa milik semua alumni," jelas Anton.
Ketua Harian Pengurus Pusat KAGAMA, Budi Karya Sumadi, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan pertemuan alumni perlu berlanjut menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menempatkan Temu Kangen sebagai perwujudan langsung semboyan organisasi."Guyub rukun migunani itu payung kita, dan acara seperti ini adalah wujudnya. Kita harus guyub, kita harus rukun, dan yang terpenting kita sebagai alumni Universitas Gadjah Mada harus berguna, untuk keluarga, untuk negara, dan untuk masyarakat luas," ujar Budi Karya.
Selaras dengan hal tersebut, Yundriati menyatakan Temu Kangen juga berfungsi sebagai pintu masuk regenerasi organisasi. Banyak alumni mengenal kegiatan KAGAMA DKI Jakarta melalui acara ini dan kemudian terlibat dalam komunitas-komunitas di bawahnya."Temu Kangen akan terus kami jalankan, karena dari sini adalah rumah kami berkumpul dan di sini juga regenerasi berjalan," papar Yundriati.
Selain Budi Karya, sejumlah tokoh alumni UGM turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Anies Baswedan, Roy Suryo, dan Andi Arief. Hadir pula Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA Paripurna P. Sugarda serta Wakil Rektor UGM Arie Sujito.Rangkaian acara diisi penampilan seni dari para alumni, mulai dari beksan, karawitan, hingga suguhan Obi & Friends, dan ditutup penampilan musisi Pongki Barata serta KPK (Komunitas Pemuja Koplo) featuring Fizzabella.
KAGAMA DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Temu Kangen sebagai ruang pertemuan tetap bagi alumni UGM di Ibu Kota, sekaligus memperkuat peran alumni dalam memberi manfaat bagi masyarakat sesuai semangat Guyub, Rukun, Migunani.










