Perang Dagang dengan AS Memanas, Kanada Dekati Eropa
Kanada mempererat hubungan ekonomi dan keamanan dengan Uni Eropa di tengah kembali memanasnya perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri (PM)Kanada Mark Carney dijadwalkan menghadiri pidato State of the Union Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Strasbourg pada 16 September, yang akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi Kanada-Uni Eropa.
"Musim gugur ini kami akan memulai pembicaraan intensif dengan Uni Eropa, ekonomi terbesar kedua di dunia, untuk membangun kemitraan ekonomi dan keamanan yang jauh lebih kuat dan mendalam," kata Carney dikutip dari Euronews, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga:Trump Desak Perusahaan Kanada Pindah ke AS, Janjikan Bebas Tarif
Pernyataan tersebut disampaikan setelah perundingan perdagangan Kanada-AS terhenti pada pekan lalu. Kanada menuding Washington mencampuri kedaulatannya melalui tuntutan terkait konsesi bahasa Prancis, sementara Presiden AS Donald Trump merespons dengan mengancam menaikkan tarif impor mobil dan truk Kanada menjadi 50 mulai 1 Januari 2027.
Kanada kemudian mengumumkan akan memberlakukan tarif sebesar 15-50 terhadap lebih dari 700 produk impor AS senilai sekitar USD20 miliar mulai 8 September. Ketegangan tersebut mendorong Ottawa mempercepat upaya diversifikasi hubungan perdagangan dengan mitra lain, termasuk Uni Eropa yang dinilai memiliki kepentingan ekonomi dan keamanan yang sejalan.Hubungan Kanada-Uni Eropa berpotensi diperluas melalui sektor bahan baku strategis, energi, dan pertahanan. Kanada memiliki cadangan litium, grafit, dan nikel yang dapat membantu Uni Eropa mengurangi ketergantungan terhadap China dalam rantai pasok mineral penting, sementara Ottawa juga berpeluang meningkatkan ekspor energi, termasuk minyak, gas, dan energi nuklir ke pasar Eropa.
Mark Camilleri, Presiden Canada-EU Trade and Investment Association, mengatakan peningkatan kerja sama energi menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. “Kita harus membicarakan koridor Kanada-Uni Eropa yang lebih layak untuk energi, bukan hanya minyak dan gas, tetapi juga nuklir. Kebutuhan energi Uni Eropa meningkat dan pasokannya masih sangat bergantung pada impor,” ujarnya kepada Euronews.
Di bidang pertahanan, Kanada telah bergabung dalam SAFE, instrumen pertahanan Uni Eropa senilai 150 miliar euro yang mendukung investasi industri pertahanan dan pengadaan bersama. Kerja sama juga berpotensi diperluas ke keamanan Arktik, sementara Kanada telah memilih perusahaan Jerman-Norwegia TKMS untuk membangun 12 kapal selam baru.
Meski demikian, integrasi ekonomi Kanada dengan Uni Eropa menghadapi keterbatasan. Perekonomian Kanada masih sangat terintegrasi dengan Amerika Serikat dan Amerika Utara, sehingga diversifikasi perdagangan ke Eropa tidak dapat dilakukan secara cepat. "Kami tidak berupaya melepaskan hubungan tersebut, meskipun persoalan politik yang terjadi sangat mengkhawatirkan," kata Camilleri.Kanada dan Uni Eropa juga telah terikat perjanjian perdagangan yang disepakati pada 2016 dan berlaku sementara sejak 2017. Namun, perjanjian tersebut belum diratifikasi oleh seluruh negara anggota Uni Eropa, menunjukkan bahwa akses lebih luas ke pasar Eropa tetap menghadapi tantangan.
Baca Juga:Perang Dagang AS-Kanada Merambah hingga ke Kamar Mandi dan Dapur
Sejumlah kalangan menilai kerja sama Kanada-Uni Eropa masih dapat diperluas melampaui perjanjian perdagangan yang ada, tetapi keanggotaan Kanada dalam Uni Eropa dinilai tidak realistis karena faktor geografis. Peneliti senior lembaga pemikir Bruegel, Guntram Wolff, mengatakan penyelarasan strategis dapat berkembang jauh, bahkan mendekati model hubungan Norwegia dengan Uni Eropa, tetapi opsi tersebut masih sebatas wacana dan belum menjadi agenda resmi Brussels.









