Pengamat Militer: Super Garuda Shield 2026 Tegaskan Peran Strategis Indonesia di Indo-Pasifik

Pengamat Militer: Super Garuda Shield 2026 Tegaskan Peran Strategis Indonesia di Indo-Pasifik

Nasional | sindonews | Selasa, 1 September 2026 - 10:21
share

Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), bersama 13 negara kontributor pasukan, resmi membuka latihan Super Garuda Shield 2026 diSekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, latihan Super Garuda Shield 2026 memiliki signifikansi besar sebagai instrumen penangkalan (deterrence effect), pendorong modernisasi taktis, sekaligus penegasan posisi geopolitik Indonesia yang independen di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Latgabma Super Garuda Shield 2025 Resmi Dibuka, Diikuti 13 Negara dengan 6.501 Prajurit

Arti penting Latihan militer bersama dengan AS dan 13 negara kontributor ini tentunya akan meningkatkan rasa saling percaya diri (mutual trust) antara negara peserta dalam menyikapi dinamika lingkungan strategis. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan professional teknis dan practical yang dimiliki TNI AD, AL, dan AU.

"Harus ada sikap yang jelas keikutsertaan dalam latihan ini tidak berarti membentuk komitmen pertahanan kolektif atau berpihak pada blok kekuatan tertentu. Kita tetap harus memegang kebijakan luar negeri bebas aktif," ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, skala multinasional yang masif pada edisi 2026 memberikan efek penangkalan yang kuat terhadap potensi ancaman dari aktor negara asing. Kehadiran ribuan tentara dari 21 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, dan Australia mampu membangun kepercayaan antarmiliter demi menjaga kebebasan navigasi kawasan.

Baca juga: Amerika Serikat, Indonesia, dan Delapan Negara Ikuti Latma Super Garuda Shield 2024

"Adanya penanggulangan pesawat tanpa awak (UAV) untuk pertama kalinya. Langkah ini dinilai sangat relevan dengan karakteristik perang modern yang berkaca pada konflik Ukraina," paparnya.

Latihan gabungan berskala besar dengan persenjataan canggih seperti roket HIMARS milik AS mendukung target modernisasi taktis TNI serta meningkatkan aspek interoperabilitas antarpasukan. Seperti diketahui, Latihan militer gabungan tersebutberlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026, dandigelar di sejumlah lokasi, termasuk Bandung, Baturaja, Lampung, dan Kalimantan Utara.

Latihan ini melibatkan sekitar 5.000 personel angkatan bersenjata gabungan,dan mencerminkan kuat serta langgengnya kemitraan pertahanan AS dan Indonesia.

Super Garuda Shield 2026 akan mencakup berbagai kegiatan, seperti Latihan Staf Gabungan, Latihan Siber, operasi lintas udara, pelatihan perang hutan, dan latihan amfibi.

Selain itu, personel Angkatan Laut AS dan Penjaga Pantai AS akan melaksanakan rangkaian pelatihan maritim terkoordinasi bersama TNI Angkatan Laut (TNI-AL) di perairan sekitar.Hal itu dilakukanuntuk memperkuat interoperabilitas gabungan di laut.

“Super Garuda Shield menunjukkan bahwa Amerika Serikat, Indonesia, serta mitra dan sekutu kami lainnya memiliki komitmen yang sejalan dalam menjaga keamanan, kemakmuran, dan kedaulatan di Indo-Pasifik,"kata Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS, Joy Sakurai, Senin, 31 Agustus 2028. Adapunlatihan militer Garuda Shieldpertama kali dibentukpada tahun 2006 sebagai pertukaran informasi dan pelatihan bilateral antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Latihan ini kemudian diperluas pada 2022 dengan melibatkan negara-negara mitra lainnya. Perluasan tersebut mencerminkan semakin pentingnya kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

Komandan Jenderal Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat AS, Mayor Jenderal Patrick Ellis, mengatakan Super Garuda Shield 2026 membangun hubungan yang berharga serta kesiapan bersama mitra Indonesia dan multinasional, melalui latihan yang menantang dan nyata.

“Kami sangat antusias untuk bekerja bahu-membahu dengan mitra kami tahun ini guna memastikan kesiapan kami dalam merespons secara cepat setiap situasi kontingensi atau krisis," tuturnya.

Topik Menarik