AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
Amerika Serikat (AS) dan Venezuela menyepakati kerja sama pengembangan sektor minyak yang mencakup cadangan lebih dari 65 miliar barel dengan potensi investasi USD100 miliar atau setara Rp1.775 triliun. Presiden AS Donald Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai transaksi minyak terbesar dalam sejarah dan mengklaim dapat meningkatkan pasokan energi AS sekaligus menekan harga bahan bakar minyak.
"Transaksi bersejarah ini lebih dari menggandakan cadangan minyak Amerika, sangat meningkatkan pasokan minyak kami, dan secara substansial menurunkan harga bensin bagi seluruh warga Amerika," kata Trump melalui unggahan di Truth Social, dikutip dari Euronews, Minggu (30/8/2026).
Baca Juga:Trump Klaim Gandakan Cadangan Minyak AS melalui Kesepakatan dengan Venezuela
Presiden AS Donald Trump mengumumkan, pihaknya akan terus mengendalikan mayoritas cadangan minyak di Venezuela. Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez kemudian mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai kerja sama bersejarah. Menurut Rodríguez, kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang strategis dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai USD100 miliar serta potensi penerimaan pajak bagi negara Venezuela lebih dari USD209 miliar.
Trump selama ini secara terbuka menyatakan keinginannya agar perusahaan-perusahaan AS mendapatkan akses lebih besar terhadap sumber daya minyak Venezuela. Ia juga telah mendorong perusahaan minyak AS untuk meningkatkan investasi di negara Amerika Selatan tersebut yang memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.Namun, sejumlah perusahaan selama ini masih berhati-hati untuk berinvestasi di Venezuela karena menghadapi persoalan infrastruktur minyak yang menua serta ketidakpastian politik, baik di dalam negeri Venezuela maupun terkait kebijakan AS terhadap Caracas.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui X menyebut kesepakatan tersebut sebagai keuntungan besar bagi masyarakat AS dan Venezuela. Menurut dia, kerja sama tersebut dapat memberikan cadangan minyak yang lebih stabil dan berbiaya rendah bagi AS, sekaligus membantu menurunkan harga bahan bakar di dalam negeri.Bagi Venezuela, Rubio mengatakan kesepakatan tersebut berpotensi menghadirkan hampir USD100 miliar investasi swasta, menciptakan ribuan lapangan kerja bergaji tinggi, serta mendukung pembangunan kembali perekonomian negara tersebut. Investasi itu juga diharapkan membantu menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang mengalami penurunan kapasitas produksi selama bertahun-tahun.
Baca Juga:Model Ekonomi Eropa Runtuh usai Kehilangan Energi Murah Rusia
Kesepakatan tersebut berlangsung setelah Washington meningkatkan perhatian terhadap Caracas menyusul operasi pasukan AS untuk menangkap mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro pada Januari. Setelah operasi tersebut, Trump berjanji menggelontorkan investasi miliaran dolar ke Venezuela dan menyatakan perusahaan AS akan terlibat dalam pembangunan kembali industri minyak negara tersebut.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi produksi dan kapasitas industrinya menghadapi berbagai kendala akibat infrastruktur yang menua, persoalan investasi, serta tekanan politik dan ekonomi selama bertahun-tahun. Kesepakatan baru dengan AS berpotensi menjadi titik penting bagi upaya pemulihan industri energi Venezuela sekaligus memperluas akses AS terhadap sumber minyak di kawasan Amerika.









