Kisah Angelina, Wisudawan Terbaik Unesa yang Ingin Jadi Guru Bahasa Mandarin
Angelina Pricilia Tjauw berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan IPK 3,96. Prestasi ini ia raih dengan menerapkan 3 prinsip Ketekunan, Kedisiplinan, dan Keberanian (3K) yang ia lakukan selama kuliah.
Angelina meraih gelar S1 Pendidikan Bahasa Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa dan menjalani wisuda ke-121 pada 12 Agustus 2026 lalu. Ia memilih Pendidikan Bahasa Mandarin karena ketertarikannya pada bahasa tersebut sekaligus keinginannya menjadi guru.
Baca juga: Cerita Rizka, Anak Pegawai Toko Material yang Jadi Lulusan Terbaik IPB University
Menjadi wisudawan terbaik bukan sesuatu yang dibayangkannya sejak awal. Namun, prinsip belajar mengantarkannya ke panggung prestasi tersebut.
Pilihan itu kemudian dijalani dengan serius hingga ia menemukan cara belajar yang sesuai dengan karakter dirinya. Bahasa Mandarin, menurut Angelina, memiliki tantangan tersendiri. Perbedaan nada dalam pengucapan dapat mengubah makna sebuah kata sehingga membutuhkan ketelitian dan konsistensi dalam belajar.Baca juga: Di Usia 55 Tahun, Jurnalis iNews Raih Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum
“Bahasa Mandarin itu beda nada akan beda arti, sehingga harus tekun dan peka belajarnya,” katanya, dikutip dari laman Unesa, Sabtu (29/8/2026).
Belajar Mandiri dan Aktif Mengajar
Bagi Angelina, mengikuti perkuliahan saja belum cukup untuk memahami materi secara mendalam. Ia membangun kebiasaan belajar mandiri setelah perkuliahan dengan mencatat kembali materi, mempelajari aksara Mandarin, dan melakukan review secara rutin.Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari prinsip 3K yang ia pegang, yakni ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi tantangan. “Keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan kemampuan memahami materi, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga konsistensi dalam belajar,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Evelyn, Anak Petani dari Pematangsiantar yang Jadi Lulusan Terbaik IPB University
Proses belajar itu kemudian dilengkapi dengan pengalaman praktik. Angelina pernah menjadi asisten guru di Yin Hua Chinese Language Center. Di sana, ia belajar memahami metode pembelajaran, mengelola kelas, serta mengenali karakter peserta didik.Pengalaman mengajar juga diperoleh melalui Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMK Negeri 2 Surabaya pada 2025. Di luar kegiatan akademik dan praktik mengajar, Angelina aktif mengikuti kompetisi.
Salah satunya Lomba Chinese Bridge 2024 yang diikuti bersama sejumlah mahasiswa. Dalam kompetisi tersebut, ia membawakan pidato berbahasa Mandarin dengan tema “天下一家”.
Baginya, kompetisi bukan sekadar tentang hasil akhir, tetapi juga kesempatan untuk berlatih, belajar, dan membangun kemampuan bekerja sama.
Ingin Jadi Guru Bahasa Mandarin
Predikat wisudawan terbaik FBS justru menjadi kejutan bagi Angelina. Selama kuliah, ia lebih banyak berfokus menjalani proses dan mempertahankan kebiasaan belajar yang telah dibangun.Ia bahkan sebelumnya hanya melihat mahasiswa senior menerima penghargaan tersebut tanpa membayangkan suatu saat berada di posisi yang sama. Hingga akhirnya, kabar itu disampaikan Kaprodi Pendidikan Bahasa Mandarin, Amri, bahwa dirinya menjadi salah satu wisudawan terbaik.
Perjalanan akademiknya juga ditandai dengan penyelesaian skripsi berjudul ‘Analisis Prinsip Kesopanan pada Tuturan Tokoh dalam Drama Tiongkok Blossom《九重紫》Jiu Chong Zi.’ Penelitian tersebut mengkaji prinsip kesopanan dalam tuturan tokoh drama Tiongkok berlatar kerajaan.
Kini, setelah menyelesaikan studi selama delapan semester, Angelina melanjutkan langkahnya sebagai guru bahasa Mandarin di sebuah lembaga kursus dan pendidikan bahasa Mandarin yang menyalurkan guru ke sekolah-sekolah di Surabaya.
Ia ingin terus mengembangkan kemampuan sebagai pendidik agar tidak hanya mampu menguasai materi, tetapi juga dapat membantu peserta didik benar-benar memahami apa yang dipelajari.









