Budi Arie Ungkap Insting Pemilu 2029 Dipercepat, PDIP: Tindakan Anti-Demokrasi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku kaget dengan pernyataan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi yang mengungkapkan insting percepatan Pemilu 2029. Apalagi insting itu diungkapkan Budi di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Hasto pun menilai, hal itu seperti bentuk skenario tindakan anti-demokrasi.
Baca juga: Bicara di Samping Jokowi, Budi Arie: Pak, Kok Insting Saya Ini Lebih Cepat dari 2029
"Ya kami sangat kaget dengan pernyataan itu karena itu dalam suatu forum yang tertutup yang dihadiri oleh Jokowi. Sehingga dengan adanya suatu skenario-skenario seperti itu adalah suatu tindakan anti-demokrasi," kata Hasto saat ditemui di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Hasto menegaskan, sikap PDIP konsisten agar pemilu bisa dilakukan pada 2029. Ia berkata, hal itu untuk menjaga sistem demokrasi Indonesia."Kalau ada yang tidak puas maka salurkan berbagai kritik itu dan kemudian kami PDI Perjuangan mendorong agar presiden, pemerintah, DPR, dan lembaga negara lain untuk lembaga negara tinggi lainnya untuk mendengarkan suara rakyat, mendengarkan kritik," ujar Hasto.
Baca juga: Budi Arie Minta Maaf soal Insting Percepatan Pemilu 2029, Sebut Tidak Ada Kaitan dengan Jokowi
"Karena siapapun yang ada di dalam pemerintahan termasuk DPR itu juga harus membuka dirinya terhadap berbagai kritik. Karena itulah berbagai upaya-upaya yang inkonstitusional itu tidak boleh dibenarkan di republik ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi memaparkan analisis mengenai potensi terjadinya akselerasi atau "percepatan sejarah" dalam dinamika politik nasional sebelum tahun 2029. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).Hal itu diketahui dari sebuah video yang viral di sosial media (sosmed) seperti yang dibagikan oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana dalam akun prinadi Instagramnya @dennyindrayana99.
Dalam video itu, Budi Arie mengungkapkan instingnya, situasi politik tanah air berpotensi bergerak lebih cepat di luar skenario konvensional pemilu lima tahunan berikutnya. Ia pun mengimbau para relawan untuk mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan alternatif.
"Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. “Pak ko insting saya ini lebih cepat dari 2029?” Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029- pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" kata Budi Arie yang langsung disambut seruan siap dari peserta.
Lantas, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi setelah videonya yang membahas potensi percepatan pemilu sebelum tahun 2029 viral di media sosial pada akhir Agustus 2026.
Budi Arie menegaskan bahwa ucapannya mengenai kemungkinan percepatan dinamika politik dan pemilu murni merupakan analisis dan pandangan pribadi. Ia memastikan, pernyataan tersebut tidak berkaitan dengan Joko Widodo dan ia siap bertanggung jawab penuh atas ucapannya.










