Kabut Asap Ancam Kesehatan, Legislator Perindo Efendi Alung Minta Penanganan Karhutla Lintas Sektoral

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Legislator Perindo Efendi Alung Minta Penanganan Karhutla Lintas Sektoral

Nasional | sindonews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:38
share

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang kian pekat terus menebar ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Provinsi Jambi. Kondisi darurat tersebut menuntut penanganan lintas sektoral yang lebih fundamental agar dampak sosial dan ekonomi tidak semakin memburuk.

Luasan lahan yang terbakar di wilayah tersebut dilaporkan terus mengalami eskalasi hingga menembus angka lebih dari 900 hektare. Imbasnya, Pemerintah Kota Jambi mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut akibat meluasnya paparan asap dari berbagai daerah seperti Muaro Jambi hingga Tanjung Jabung Timur.

Menyikapi krisis lingkungan tersebut, Anggota DPRD Jambi dari Partai Perindo Efendi Alung menegaskan perlunya langkah penyelesaian yang menyeluruh. Penanganan kebakaran lahan dinilai tidak boleh berhenti pada respons reaktif, melainkan membutuhkan strategi mitigasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Baca juga: Menkes Imbau Masyarakat Terdampak Karhutla Pakai Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

“Pembagian masker ini adalah langkah darurat untuk mengurangi dampak langsung ke masyarakat. Tetapi penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif, lintas sektoral, dan berkelanjutan,” ujar Efendi dalam keterangannya, Rabu (26/8/26).Dia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, penegak hukum, dunia usaha, hingga elemen masyarakat. Langkah terpadu itu harus mencakup pencegahan sejak dini, penguatan patroli, pemadaman terpadu, hingga ketegasan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.

Lihat video:RINGKUS PEMBAKAR HUTAN! 96 Orang Resmi Jadi Tersangka Karhutla di Riau

Pendekatan berbasis lingkungan juga dinilai sangat krusial mengingat kerentanan geografis yang dimiliki wilayah tersebut. Karakteristik lahan gambut di Jambi memungkinkan api terus bertahan di bawah permukaan tanah dan berisiko kembali menyala saat kondisi cuaca mengering.

Pada saat bersamaan, pemerintah terus mengupayakan percepatan pemadaman melalui Operasi Modifikasi Cuaca guna meningkatkan peluang curah hujan. Upaya makro tersebut dinilai harus berjalan beriringan dengan aksi perlindungan langsung, seperti inisiatif distribusi masker di titik rawan seperti Simpang Jelutung, Pasar Handil, dan Pasar Keluarga.

Efendi berharap integrasi kebijakan dari skala makro hingga aksi lokal di lapangan mampu menuntaskan persoalan secara substansial. Penanganan yang optimal diyakini tidak sekadar berfokus pada memadamkan titik api, tetapi melindungi masyarakat dari berbagai kerugian multidimensi.

“Ini bukan hanya soal kebakaran, tetapi soal keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama,” kata dia.

Topik Menarik