3 Alasan Irak Ingin bentuk Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi

3 Alasan Irak Ingin bentuk Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi

Global | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:40
share

Irak mengusulkan pembentukan dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi, kata seorang pejabat senior Irak pada hari Minggu, seraya menyoroti adanya "krisis kepercayaan" di antara kedua kekuatan regional tersebut.

3 Alasan Irak Ingin bentuk Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi

1. Atasi Krisis Kepercayaan Iran dan Arab Saudi

Qasim al-Araji, penasihat keamanan nasional bagi perdana menteri Irak, mengatakan bahwa Baghdad telah menyampaikan usulan tersebut kepada pihak Teheran maupun Riyadh.

"Masalah di antara kedua negara ini adalah krisis kepercayaan," ujar al-Araji kepada saluran penyiaran negara, Iraqiya TV.

Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme yang diusulkan, sementara baik Iran maupun Arab Saudi belum memberikan komentar segera.

2. Memperkuat Keamanan Domestik

Al-Araji juga menyatakan bahwa upaya menempatkan seluruh persenjataan di bawah kendali negara merupakan "keputusan strategis murni Irak," seraya menegaskan bahwa keputusan mengenai perang dan damai sepenuhnya berada di tangan negara Irak.

Pada tanggal 3 Juni, militer Irak mengumumkan pembentukan sebuah komite yang bertugas menempatkan persenjataan di bawah kendali negara—sebuah tantangan keamanan dan politik yang telah lama ada di tengah keberadaan faksi-faksi bersenjata yang beroperasi baik di dalam maupun di luar Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

3. Mengakhiri Perang di Timur Tengah

Usulan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein serta mitranya dari Arab Saudi, Faisal bin Farhan, membahas perkembangan situasi di kawasan tersebut, dengan menekankan perlunya meredam eskalasi dan menyelesaikan sengketa secara damai.Pada tanggal 27 Juli, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan beberapa pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari wilayah Irak yang berupaya menyasar fasilitas minyak di Provinsi Timur dan Riyadh.

Riyadh menyalahkan "milisi yang berafiliasi dengan Iran" atas serangan tersebut dan menyatakan berhak untuk memberikan tanggapan.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi memerintahkan badan-badan keamanan untuk menyelidiki informasi yang disampaikan oleh Arab Saudi mengenai peluncuran drone dari wilayah Irak tersebut.

Topik Menarik