Menlu Suriah Bertemu Bos Mossad usai Israel Bombardir Pangkalan Suriah, Ada Apa?

Menlu Suriah Bertemu Bos Mossad usai Israel Bombardir Pangkalan Suriah, Ada Apa?

Global | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41
share

Pejabat senior Israel dan Suriah bertemu pada hari Minggu dalam upaya meredakan ketegangan setelah Israel melancarkan serangan terhadap sebuah pangkalan udara Suriah. Pertemuan rahasia ini diungkap Axios, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pertemuan antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Asaad Al-Shaibani dan Direktur Mossad Roman Gofman berlangsung di Yordania, beberapa hari setelah Israel membombardir Pangkalan Udara Abu Al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah utara. Serangan tersebut semakin memperburuk hubungan kedua negara yang sebelumnya sudah tegang.

Baca Juga: Abaikan Kemarahan AS, Israel Kembali Serang Suriah

Pada Selasa pekan lalu, pesawat tempur Israel menjatuhkan sedikitnya delapan bom ke landasan pacu dan hanggar di pangkalan tersebut, yang berjarak sekitar 72 kilometer dari perbatasan Turki.

Israel mengatakan serangan itu bertujuan mencegah pembangunan kekuatan militer Turki di lokasi tersebut. Israel mengeklaim memiliki informasi intelijen bahwa Turki berencana menempatkan drone dan sistem radar di sana. Israel juga memperingatkan akan mengambil tindakan militer jika persiapan pengerahan tersebut tidak dihentikan.

Dalam pembicaraan yang melibatkan Israel, Suriah, dan Amerika Serikat sebelum serangan terjadi, pejabat Suriah membantah bahwa Damaskus berniat mengizinkan kehadiran militer Turki di pangkalan tersebut, menurut laporan Axios,Senin (24/8/2026).

Meski demikian, Israel tetap melancarkan serangan yang mereka sebut sebagai “tembakan peringatan”.Dalam beberapa hari terakhir, Utusan Khusus AS Tom Barrack dan sejumlah pejabat senior pemerintahan lainnya mendesak Israel, Suriah, dan Turki untuk kembali melakukan dialog.

Kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak memberikan komentar mengenai pertemuan pada Minggu tersebut. Juru bicara Al-Shaibani juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Namun, Al-Shaibani mengatakan kepada Axios pada Rabu pekan lalu bahwa Suriah tidak berniat mendirikan pangkalan Turki di Abu Al-Duhur atau mengizinkan kehadiran militer Turki secara permanen di sana.

Dia mengatakan sejumlah perwira Turki telah mengunjungi pangkalan tersebut beberapa hari sebelum serangan Israel sebagai bagian dari kerja sama yang sedang berlangsung, termasuk pelatihan dan pertukaran keahlian.

Menurutnya, Damaskus telah menyampaikan penjelasan tersebut kepada Israel sebelum serangan, tetapi Israel tetap melanjutkan aksinya.Suriah masih terbuka untuk melakukan perundingan yang bertujuan meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan keamanan baru dengan Israel, kata Al-Shaibani. Namun, dia menambahkan bahwa tanggung jawab untuk meredakan ketegangan tidak bisa hanya dibebankan kepada Damaskus.

“Israel juga harus mengevaluasi kembali kebijakannya terhadap Suriah dan menyadari bahwa operasi serta serangan militer yang terus dilakukan tidak akan menghasilkan keamanan jangka panjang, melainkan justru meningkatkan ketidakstabilan,” katanya.

Dalam wawancara dengan Reuters pada Sabtu lalu, Al-Shaibani mengatakan dia memperkirakan perundingan dengan Israel akan segera dilanjutkan terkait usulan pengaturan keamanan yang diharapkan Suriah dapat berujung pada penarikan Israel dari wilayah Suriah.

Dia menyerukan kepada Israel untuk memanfaatkan apa yang disebutnya sebagai “kesempatan bersejarah” bagi diplomasi.

Al-Shaibani mengatakan perundingan tersebut ditangguhkan sejak dimulainya perang Iran pada akhir Februari dan kontak langsung terputus setelah serangan terhadap Abu Al-Duhur.Menurutnya, prioritas Suriah adalah menghentikan serangan Israel. Langkah-langkah membangun kepercayaan diperlukan sebelum proses diplomasi dapat dilanjutkan.

Pertemuan yang dilaporkan berlangsung pada Minggu tersebut juga terjadi setelah serangan Israel lainnya pada Sabtu di wilayah barat daya Suriah.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa sebuah drone Israel menyerang kendaraan sipil di dekat Beit Jinn, di Provinsi Rif Dimashq, dan melukai sejumlah orang.

Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan tersebut dan mengatakan Israel telah menargetkan kendaraan sipil.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan serangan, tetapi mengatakan targetnya adalah seorang militan yang rencana serangannya dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap pasukan Israel.Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024. Israel juga telah mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang diawasi PBB di Dataran Tinggi Golan, yang selama bertahun-tahun memisahkan pasukan Israel dan Suriah.

Washington telah berupaya selama lebih dari setahun untuk menjadi penengah dalam mencapai kesepakatan keamanan antara Israel dan pemerintahan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa.

Upaya tersebut berulang kali menemui jalan buntu akibat operasi militer Israel di Suriah serta perbedaan pendapat mengenai keberadaan Israel yang terus berlanjut di wilayah Suriah.

Barrack, yang menjabat sebagai utusan khusus AS untuk Suriah dan Irak sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, menyebut serangan terhadap Abu Al-Duhur sebagai “eskalasi yang tidak perlu”.

Pada hari Jumat, dia mengatakan serangan tersebut mungkin dimaksudkan untuk memprovokasi konfrontasi dengan Turki menjelang pemilihan umum Israel yang akan datang.

Topik Menarik