Tak Selalu Permanen, Uban karena Stres Ternyata Bisa Menghitam Kembali
Bagi sebagian besar orang, kemunculan uban sering kali dianggap sebagai pertanda penuaan alami yang sifatnya permanen. Namun, anggapan tersebut ternyata tak sepenuhnya benar. Uban yang mulai bermunculan ternyata memiliki kemungkinan untuk kembali ke warna aslinya, dan faktor stres memegang peranan kunci di balik fenomena ini.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan penjelasan ilmiah ini melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengungkapkan bahwa proses memutihnya rambut tidak selalu bersifat permanen.
“Ternyata rambut beruban itu gak selalu permanen, bisa dipengaruhi oleh stress,” ujar dr. Adam, dikutip Minggu (23/8/2026).
Baca Juga : Tak Selalu Karena Usia, Ini 5 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Fenomena menarik ini didukung oleh temuan riset kesehatan mengenai dinamika pigmen rambut manusia. Merujuk studi ilmiah Quantitative mapping of human hair greying and reversal in relation to life stress ia menjelaskan bahwa folikel rambut memiliki kemampuan alami untuk mengalami pemulihan warna atau repigmentasi, terutama jika pemicu utamanya berhasil dikendalikan.“Ada penelitian yang menemukan bahwa sebagian rambut yang sudah beruban itu bisa kembali berwarna atau repigmentasi. Kapan? Saat tingkat stress-nya menurun,” lanjut dia.
Lebih jauh, dr. Adam memaparkan bahwa peluang kembalinya warna asli rambut akan jauh lebih tinggi apabila penanganan dilakukan sejak dini. Ketika tubuh mengalami stres tinggi, terjadi perubahan metabolisme pada rambut yang memicu pudarnya pigmen alami.
Baca Juga : Makanan Pencegah Rambut Cepat Beruban, Wijen Hitam si Kecil Kaya Manfaat“Proses kembalinya rambut berwarna ini terutama terjadi pada saat tahap awal muncul uban. Peningkatan stress berhubungan dengan munculnya uban. Pada rambut yang beruban ditemukan peningkatan metabolisme dan pertahanan terhadap antioksidan,” jelas dr. Adam.
Artinya, menjaga kestabilan kesehatan mental dan mengelola beban pikiran bukan hanya penting untuk kebugaran tubuh secara umum, tetapi juga berdampak langsung pada penampilan luar. Ketika tekanan stres berhasil diredakan, sel-sel rambut mendapatkan kesempatan untuk memulihkan warnanya.
“Sedangkan saat stress menurun, maka rambut yang sudah mulai kehilangan warnanya bisa kembali berwarna,” pungkas dia.










