Usia 5 Tahun Masih Ngompol? Ini cara Mengatasinya!

Usia 5 Tahun Masih Ngompol? Ini cara Mengatasinya!

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 11:34
share

Kebiasaan anak yang masih sering mengompol saat tidur malam kerap membuat orang tua kewalahan. Padahal, jika buah hati telah menginjak usia di atas lima tahun namun belum bisa mengontrol buang air kecil di malam hari, kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus.

Dokter Spesialis Urologi, dr. Andika Afriansyah dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan bahwa para orang tua harus berhati-hati jika anak usia lima tahun ke atas masing mengompol. Maka dari itu, ia memberikan empat tips yang bisa dilakukan para orang tua agar anak tidak terus mengompol.

1. Mengatur Jam Minum Anak

Ia menyoroti kebiasaan yang seringkali disalah pahami oleh para orang tua dimana mereka menyuruh anak untuk minum dalam jumlah banyak sebelum tidur dengan alasan dehidrasi.

Padahal kebiasaan itu justru membuat tubuh mengkonsumsi cairan berlebihan sebelum tidur. Maka dari itu, ia menyarankan agar anak banyak minum di jam pagi hingga sore sementara saat masuk waktu tidur sekitar pukul tujuh atau delapan malam anak tidak terlalu banyak minum.“Satu, saya akan minta orang tuanya untuk atur jam minum. Kebanyakan anak kebalik, siang dia lupa minum, setelah malam-malam malah konsumsi cairan berlebih. Katanya karena takut dehidrasi. Harusnya minum banyak itu dari pagi sampai sore. Menjelang tidur, direm. Terakhir minum usahakan jam 7 sampai jam 8 malam setelah makan malam,” kata dr. Andika, dikutip Senin (24/8/2026).

Baca Juga : Si Kecil Masih Suka Mengompol? Coba Atasi dengan Terapi Alarm Ini!

2. Buang Aair Kecil sebelum Tidur

dr Andika menyarankan orang tua untuk mengajak anaknya melakukan ritual sebelum tidur seperti cuci kaki, sikat gigi termasuk ada aktivitas buang air kecil sebelum tidur di dalamnya. Sehingga potensi anak mengompol bisa di minimalisir.

“Dua, pipis sebelum tidur itu wajib, bukan opsional. Rutinitasnya coba saya atur nih bareng orang tua. Coba kamu bikin ritual sebelum tidur: sikat gigi, pipis, lalu naik ke kasur, terus tidak main HP lagi. Siang hari juga jangan biarkan anak-anak nahan pipis kelamaan,” ucap dia.3. Membereskan BAB Anak

Hal itu dikarenakan usus yang menampung feses sebelum dikeluarkan menempel dengan kandung kemih dan bisa mengganggu fungsinya.

“Tiga, ini yang paling sering kelewatan: sembelit. Usus yang penuh kotoran tinja itu nempel sama kandung kemih dan bisa mengganggu fungsinya. Jadi kalau ada anak BAB-nya keras, jarang, ngeden, atau kalau BAB gede banget, bereskan dulu masalah ini. Usahakan si anak BAB tiap hari,” beber dr. Andika.

Baca Juga : Benarkah Capung Gigit Pusar Bikin Anak Berhenti Ngompol? Ini Fakta Mengejutkannya

4. Gunakan Alarm NgompolAlat tersebut merupakan alat khusus yang akan berbunyi jika ada urin yang menetes pertama kali. “Empat, kalau masih ngompol juga, kita bisa beli alarm ngompol. Suatu alat khusus, sensornya bunyi pas tetesan urin pertama keluar. Anak bangun, matikan alarm, lalu lanjut pipis di toilet,” jelas dia.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para orang tua agar tidak berharap empat cara diatas bisa membuat anak berhenti ngompol secara cepat. Menurutnya, hal itu memerlukan waktu sekitar delapan sampai 12 Minggu atau setara dengan dua sampai tiga bulan.

“Ini terapi lini pertama dengan bukti sains yang cukup kuat dan risiko kambuh paling rendah. Tapi jangan berharap 1 bulan langsung kering total. Biasanya terapi ini butuh 8 sampai 12 minggu, yang penting angka ngompolnya turun dari hari ke hari,” beber dr. Andika.

Jika anak diatas usia lima sampai enam tahun masih ngompol bahkan di siang hari dengan pipis yang disertai rasa sakit dan susah keluar maka disarankan untuk memeriksakan anak ke dokter urologi.

“Dan kalau anak sudah 5 sampai 6 tahun ke atas masih ngompol terus, apalagi siangnya juga ngompol, ada pipis yang sakit, susah keluar, dan haus berlebih, silakan konsultasi segera ke dokter urologi,” pungkas dia.

Topik Menarik