Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung

Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 14:16
share

Andromeda Sufi Anggoro, calon mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) diantar orang tua dan adiknya menempuh perjalanan Yogyakarta-Bandung dengan bajaj untuk berkuliah di ITB. Mereka menempuh perjalanan selama 24 jam.

Alumnus SMA Negeri 4 Yogyakarta ini memang bercita-cita ingin kuliah di ITB sejak duduk di kelas X SMA. Namun kala itu ayahnya, Basuni Yusuf menentang keinginan anaknya itu karena takut tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Kembang itu.

Baca juga: Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia

“Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta,” kata Basuni Yusuf yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir bajaj, dikutip dari laman ITB, Jumat (24/7/2026).

Andro, panggilan akrabnya itu pun menuruti kemauan ayahnya dan mencoba menjalani perkuliahan di Yogyakarta. Namun memasuki semester dua, keinginan Andro untuk bisa kuliah di ITB kembali muncul.Baca juga: Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Tanpa bercerita ke keluarganya, Andro pun belajar mandiri untuk menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Sadar dirinya tak mampu bayar bimbel, Andro belajar mandiri dari YouTube dan mengikuti sejumlah latihan dan tryout daring.

“Saya belum pernah ikut bimbel karena persoalan biaya. Saya sangat mengandalkan YouTube dan tryout online. Saya mencari materi yang ingin dipelajari, menyelesaikannya, kemudian melanjutkan ke materi berikutnya,” kenang Andro.

Perjuangannya pun berhasil, Andro berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dan diterima di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.

Di sisi lain, Basuni Yusuf mengaku sangat senang dan bersyukur anaknya diterima di ITB lewat jalur SNBT namun ia juga bingung memikirkan biaya kuliah anaknya nanti. Namun, istrinya mengajak Basuni tetap yakin dan mengupayakan keberangkatan anak mereka.

“Istri saya bilang, ‘Ayah, bismillah’. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung,” tuturnya.

Dukungan kedua orang tuanya pun kembali ditunjukkan dengan mengantar Andromeda naik bajaj dari Yogyakarta ke Bandung. Andro, ayah, ibu, dan adiknya pun disambut Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara di Wisma Rektor, Senin (20/7/2026).

“Alhamdulillah, bisa sampai ke sini. Selamat untuk Bapak, Ibu, dan Andro. Kami berusaha agar sebanyak mungkin adik-adik yang memiliki kemampuan akademis baik dapat diterima di ITB. Kami tidak membeda-bedakan kemampuan ataupun latar belakang keluarga dan ekonomi,” ujar Prof. Tata.

Prof. Tata juga menyampaikan, ITB terus berupaya memfasilitasi mahasiswa berprestasi agar dapat menjalani pendidikan dengan lancar.Terkait rencana berkuliah, Andro berencana fokus belajar agar memperoleh hasil akademik yang baik pada masa TPB dan dapat melanjutkan pendidikan pada program studi yang diinginkannya, Astronomi.

Ketertarikannya terhadap astronomi tumbuh dari kegemarannya mempelajari fisika dan pengalamannya mengikuti pengajian yang membahas langit serta luasnya alam semesta.

“Saya pernah mengikuti pengajian yang menjelaskan tentang langit. Dari sana saya semakin tertarik karena ciptaan Tuhan Yang Maha Esa begitu luas. Saya ingin mendalaminya,” kata Andro.

Nama Andromeda yang diberikan kedua orang tuanya juga memiliki makna tersendiri. Basuni Yusuf berharap nama yang terinspirasi dari Galaksi Andromeda tersebut dapat menjadi doa agar anaknya memiliki pemikiran yang luas.

“Andromeda itu galaksi. Harapannya, dia mempunyai jangkauan pemikiran yang luas, seluas galaksi,” ujar Basuni Yusuf.

Bagi Andro, kesempatan berkuliah di ITB bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk membalas perjuangan orang tua dan dukungan berbagai pihak yang telah membantunya.

Topik Menarik