Perbedaan Pendapat tentang Tanggal Kelahiran Nabi Muhammad SAW, Benarkah 12 Rabiul Awal?
Kelahiran Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi Wassalam menjadi salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah umat Islam. Namun, para ulama dan sejarawan ternyata memiliki perbedaan pendapat mengenai hari, tanggal, bulan hingga tahun kelahiran Rasulullah SAW.
Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad mengungkapkan adanya perbedaan pandangan tersebut. Sementara itu, Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada Agustus 570 Masehi, bertepatan dengan Tahun Gajah, di Makkah, tepatnya di rumah kakeknya, Abdul Muthalib.
Meski demikian, terdapat satu hal yang relatif disepakati, yakni Maulid Nabiatau Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin. Hal ini berdasarkan hadis ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai alasan beliau berpuasa pada hari tersebut. "Itu adalah hari aku dilahirkan," jawab Nabi Muhammad SAW.
Di kalangan umat Islam, pendapat yang paling populer menyebutkan Rasulullah SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah. Pendapat ini antara lain dinisbatkan kepada riwayat Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas yang menyebut Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal, pada Tahun Gajah.Baca juga:Malam 12 Rabiul Awal, Mengungkap Keajaiban Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Pendapat tersebut juga dinilai sahih oleh Imam Izzuddin bin Badruddin al-Kinani dalam kitab al-Mukhtashar al-Kabir fi Sirah al-Rasul (1993). Riwayat Qais bin Makhramah turut menguatkan bahwa Nabi Muhammad SAW dan dirinya dilahirkan pada tahun yang sama, yakni Tahun Gajah, meski tidak menyebutkan tanggal secara spesifik.
Namun, sejumlah ulama dan sejarawan memiliki pendapat berbeda mengenai tanggal kelahiran Rasulullah SAW.
Sejarawan al-Mas'udi, sebagaimana dikutip M Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Al-Qur'an dan Hadis-hadis Shahih (2018), berpendapat Nabi Muhammad SAW lahir pada 8 Rabiul Awal.
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Al-Mas'udi mengaitkan perhitungan tersebut dengan peristiwa pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah ketika hendak menyerang Ka'bah. Menurutnya, Rasulullah SAW lahir sekitar 50 hari setelah peristiwa tersebut.Sementara itu, pakar ilmu falak asal Mesir, Mahmud al-Falaki al-Mashry, mempunyai perhitungan berbeda. Ia menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada 9 Rabiul Awal Tahun 571 Masehi, atau sekitar 55 hari setelah pasukan bergajah mengalami kekalahan.
Tidak hanya 8, 9, atau 12 Rabiul Awal, terdapat pula pendapat lain mengenai bulan kelahiran Rasulullah SAW. Sebagian riwayat menyebut beliau lahir pada bulan Rajab, Ramadan, bahkan Muharram.
Salah satu riwayat yang dinisbatkan kepada 'Uqbah bin Mukarram menyebut Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Ramadan.
Bahkan, ada pendapat yang menyatakan Rasulullah SAW lahir sekitar 15 tahun sebelum peristiwa Tahun Gajah. Namun, pendapat tersebut mendapat kritik keras dari Imam al-Dzahabi yang menilainya sebagai riwayat yang tidak benar.
Dengan demikian, perbedaan pendapat mengenai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW telah lama dikenal dalam literatur sejarah dan sirah. Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan pendapat yang paling populer di tengah umat Islam, meski tidak menjadi satu-satunya pendapat yang dikemukakan para ulama dan sejarawan. Wallahu a'lam.
Baca juga:Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW: Cahaya Terang hingga Iblis Disebut Menangis









