Harry dan Meghan Balik ke Inggris, Mungkinkah Jadi Royal Lagi?
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan tengah mempertimbangkan skenario untuk kembali ke Inggris dengan pola kehidupan yang berbeda. Keduanya disebut ingin tetap menjalani kehidupan pribadi, tetapi sesekali hadir dalam agenda keluarga kerajaan.
Konsep ini oleh salah satu sumber kerajaan yang berbicara kepada The Sunday Times digambarkan sebagai semacam “anggota keluarga kerajaan yang menjalani kehidupan pribadi, tetapi tetap tampil sesekali” (private royals-plus).
Dengan pola tersebut, Harry dan Meghan tetap bisa menjalani kehidupan mereka sendiri, namun masih memiliki ruang untuk hadir dalam sejumlah acara keluarga kerajaan, termasuk momen-momen penting seperti perayaan Natal di Sandringham.
Namun, keinginan tersebut dinilai tidak mudah diwujudkan. Hubungan Harry dengan kakaknya, Pangeran William, hingga kini masih renggang. Hubungan dengan Kate Middleton juga disebut menjadi salah satu faktor yang membuat rencana tersebut sulit terealisasi.
Baca Juga : Terungkap! Ini Alasan Meghan Markle dan Pangeran Harry Kembali ke Inggris
“Diperlukan kesepakatan dari semua pihak mengenai pola untuk status ‘anggota keluarga kerajaan yang menjalani kehidupan pribadi namun tetap tampil sesekali’ ini. Mereka harus lebih banyak menjalani kehidupan pribadi dibandingkan menjalankan tugas resmi, tetapi tetap terlihat hadir dalam acara keluarga, seperti perayaan Natal di Sandringham,” ujar sumber tersebut.
Menurut sumber itu, skenario tersebut pada akhirnya tetap membutuhkan persetujuan William dan Kate.
“Hal itu mengharuskan William dan Catherine untuk menyetujuinya. Dan bagaimana mungkin itu terjadi? Sekadar mengatakannya saja terdengar tidak masuk akal,” lanjutnya.Aktivitas Bisnis Harry dan Meghan Jadi Sorotan
Selain persoalan hubungan keluarga, aktivitas bisnis Harry dan Meghan juga diperkirakan akan mendapat perhatian lebih ketat jika keduanya benar-benar kembali ke Inggris.
Sumber kerajaan tersebut mengatakan, setiap langkah pasangan Sussex akan diawasi untuk memastikan tidak ada upaya yang dianggap mengomersialkan status atau citra mereka sebagai bagian dari keluarga kerajaan.
“Gerak-gerik mereka akan diawasi dengan sangat ketat untuk melihat apakah ada tindakan yang tampak seperti upaya mengomersialkan citra mereka,” kata sumber tersebut.
Selama ini, aktivitas komersial Harry dan Meghan dinilai lebih mudah dilakukan di rumah mereka di Montecito, California. Namun, situasinya akan berbeda jika mereka kembali menetap di Inggris.
“Selama ini pandangannya adalah mereka boleh melakukan hal itu di Montecito, tetapi tidak di sini,” ujarnya.
Jika Harry dan Meghan membawa pola kehidupan dan bisnis yang mereka jalani di Montecito ke Inggris, hal itu disebut berpotensi menimbulkan masalah.
“Jika mereka datang dan menerapkan pola ala Montecito—membuat kesepakatan dan mencari uang—di Cotswolds, hal itu tidak akan disambut dengan baik,” lanjut sumber tersebut.Baca Juga : Pangeran Harry dan Meghan Markle Kembali ke Inggris, Tak Akan Tinggal di Lingkungan Kerajaan
Kepulangan Harry dan Meghan Disebut Tak Permanen
Meski disebut ingin kembali ke Inggris dalam waktu yang cukup lama, Harry dan Meghan diperkirakan tidak akan menetap secara permanen.Dua sumber mengatakan kepada media tersebut bahwa kepindahan pasangan Duke dan Duchess of Sussex kemungkinan hanya berlangsung selama periode tertentu. Durasi waktunya pun belum ditentukan secara pasti.
“Ini akan menjadi periode waktu yang cukup lama—bisa enam bulan, bisa setahun, atau bahkan lebih. Saya rasa mereka sendiri pun belum tahu pastinya,” ujar salah satu sumber.
Menurut sumber itu, Harry dan Meghan masih mungkin mengubah rencana mereka di kemudian hari.
“Bisa saja tiba-tiba mereka berpikir, ‘Mengapa kita tidak mencoba tinggal di Kanada untuk sementara waktu? Mengapa tidak mencoba Australia?’” katanya.
Kebebasan untuk menentukan tempat tinggal inilah yang menjadi salah satu keuntungan ketika Harry dan Meghan memilih menjalani kehidupan sebagai anggota keluarga kerajaan yang tidak menjalankan tugas resmi.
Ingin Lebih Dekat dengan Raja CharlesKeputusan Harry dan Meghan untuk kembali ke Inggris disebut berkaitan erat dengan keinginan mereka untuk lebih dekat dengan Raja Charles III.
Harry, yang kini berusia 41 tahun, dan Meghan, 45 tahun, juga disebut ingin memberikan kesempatan kepada kedua anak mereka, Pangeran Archie yang berusia 7 tahun dan Putri Lilibet yang berusia 5 tahun, untuk lebih dekat dengan keluarga kerajaan.
Sejumlah sumber sebelumnya mengatakan kepada Page Six bahwa keluarga Sussex memang berencana menghabiskan waktu cukup lama di Inggris, meski tidak untuk menetap secara permanen.
“Saya tahu bahwa Charles merupakan alasan utama di balik kepulangan mereka,” ujar seorang sumber internal kerajaan.
Kepulangan tersebut sekaligus menjadi upaya Harry untuk mempererat kembali hubungan dengan sang ayah di tengah hubungan keluarga yang selama ini diwarnai ketegangan.
Bisa Jadi Tantangan Baru bagi William
Namun, rencana kepulangan Harry dan Meghan ke Inggris diperkirakan tidak akan berjalan sederhana.Wartawan kerajaan Tom Sykes mengatakan kepada Page Six bahwa langkah tersebut bisa menjadi “tamparan keras” bagi Pangeran William dan berpotensi menimbulkan tantangan serius bagi institusi kerajaan.
Perselisihan panjang antara Harry dan William dinilai dapat membuat kehadiran Harry dalam berbagai agenda kerajaan menjadi situasi yang rumit.
Diterima di FMIPA ITB, Andromeda Diantar Keluarga Naik Bajaj dari Yogya untuk Kuliah di Bandung
Apalagi, jika Harry dan Meghan kembali hadir dalam acara-acara keluarga besar kerajaan, akan muncul pertanyaan mengenai bagaimana posisi mereka di tengah anggota keluarga kerajaan lainnya.
“Apa yang akan terjadi jika Charles mengundang Harry untuk bergabung dengan keluarga kerajaan saat Natal?” kata Sykes.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan Harry kembali menghadiri acara resmi seperti peringatan Remembrance Day.
“Apa yang akan terjadi jika Harry ingin menghadiri peringatan Remembrance Day?” lanjutnya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa jika Harry dan Meghan benar-benar kembali ke Inggris, persoalannya bukan sekadar soal tempat tinggal. Kepulangan mereka juga akan menyentuh kembali hubungan keluarga, status mereka di lingkungan kerajaan, hingga batas antara kehidupan pribadi dan peran publik yang selama ini menjadi sumber perdebatan.










