Terinspirasi Perjalanan Hannah, One Muse Wujudkan Visi Sunito Foundation

Terinspirasi Perjalanan Hannah, One Muse Wujudkan Visi Sunito Foundation

Ekonomi | sindonews | Senin, 24 Agustus 2026 - 09:55
share

One Global Resorts Green Square,hotel bintang lima milik pengusaha Australia kelahiran Surabaya, Iwan Sunito memperkenalkan One Muse. Sebuah kafe, bar, galeri seni, sekaligus platform social enterprise yang dibangun untuk tujuan sosial. One Muse menjadi perwujudan nyata dari visi Sunito Foundation untuk melihat potensi setiap individu, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka peluang yang bermakna bagi anak-anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.

Founder dan CEO One Global Resorts, Iwan Sunito mengatakan, visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana: setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka "One Muse adalah tempat di mana visi tersebut menjadi nyata—melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya sebuah jalan yang dapat menjadi milik seluruh komunitas," katanya, Senin (24/8/2026). Baca juga:Patut Ditiru, Korea Selatan Larang Gelas Plastik Sekali Pakai Gratis di Kafe dan Restoran

Nama One Muse berasal dari kata ‘muse’, yang berarti seseorang atau sebuah kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Bagi Iwan Sunito, inspirasi tersebut pertama kali datang dari putri keduanya, Hannah Sunito.

Hannah adalah anak dengan kebutuhan belajar khusus yang tumbuh menghadapi berbagai tantangan melalui ketekunan, dukungan keluarga, dan kecintaannya terhadap seni. Seiring waktu, ia menemukan karakter dan jiwa kreatifnya sendiri, hingga berkembang menjadi seorang seniman yang memperoleh berbagai pencapaian.

Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai lokasi di Sydney, seperti di universitas dan kegiatan amal, pameran kelompok, termasuk Randwick Art Society Annual Art Show, hingga sukses menggelar pameran tunggal pertamanya. Pada 2021, Hannah sukses memenangi kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition.Kini, Hannah menjabat sebagai CEO One Muse yang berperan aktif dalam membentuk, mengembangkan, dan mengarahkan bisnis sekaligus misi sosial yang diembannya. "Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya," tuturnya.

Dari One Muse Menuju One Muse Art StreetMenurut Iwan Sunito, One Muse merupakan langkah pertama. Berikutnya, Sunito Foundation akan mengembangkan One Muse Art Street yang menjadi visi untuk membawa semangat tersebut dari satu venue menuju jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library.

Terinspirasi dari art street dan piazza di Eropa dan Italia, konsep ini menghadirkan live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, serta berbagai kegiatan komunitas. Tujuannya untuk menciptakan sebuah kawasan kreatif yang inklusif, tempat seniman, musisi, penampil, dan pengunjung dari berbagai latar belakang serta kemampuan dapat berpartisipasi.

Saat ini, One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney tengah mendiskusikan berbagai peluang untuk menjadikan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni, dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Menurut Sunito, jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan. "

Kami ingin kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari kehidupan publik sehari-hari. One Muse Art Street akan memungkinkan visi Sunito Foundation melampaui dinding galeri dan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dirasakan, dan didukung oleh seluruh komunitas," tuturnya.Visi Besar Sunito Foundation Sunito Foundation memiliki visi untuk merangkul semua orang dari berbagai latar belakang, kondisi, dan kemampuan untuk kemudian menciptakan sebuah kesempatan yang nyata. Melalui One Muse, visi tersebut diwujudkan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses lapangan pekerjaan, serta penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.

Tujuannya tak sekadar memamerkan karya seni, tetapi membantu setiap individu membangun kepercayaan diri, kemampuan, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas. One Muse juga ingin berjalan bersama keluarga agar mereka dapat melihat potensi sekaligus masa depan anak-anak.

Kinerja One Global Resorts Green Square yang kuat memberikan fondasi komersial bagi visi yang berlandaskan tujuan sosial ini untuk terus berkembang. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima ini mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 95,07, dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta. Berdasarkan laporan STR (Smith Travel Research) terbaru, One Global Resorts Green Square juga menempati posisi sebagai market leader di kelasnya. Baca juga:Eksplorasi Filosofi Jawa dalam Pameran Lukisan Smara Bhumi

Hotel ini juga menerima Tripadvisor Travelers’ Choice Best of the Best 2026, penghargaan tahunan tertinggi dari Tripadvisor yang hanya diberikan kepada kurang dari 1 properti di seluruh dunia. Saat ini, One Global Resorts Green Square juga berada di peringkat ke-12 dari 196 hotel di Sydney berdasarkan Tripadvisor.

Menurutnya, peluncuran One Muse dilakukan di tengah kondisi pasar pariwisata dan hospitality Sydney yang terus menunjukkan permintaan kuat. Dalam periode satu tahun hingga Maret 2026, Sydney menerima 67,5 juta kunjungan wisatawan dengan total belanja wisatawan mencapai AUD34,7 miliar, di mana AUD13,9 miliar berasal dari wisatawan internasional.

Berada di lokasi yang terhubung langsung dengan jaringan kereta Sydney melalui Green Square Station, One Global Resorts Green Square hingga detik ini juga merupakan satu-satunya hotel bintang lima di Sydney yang memiliki akses langsung ke jaringan kereta kota. Hal ini semakin memperkuat posisinya yang unik di persimpangan antara hospitality, konektivitas, dan kepedulian terhadap komunitas.

Topik Menarik