Indodax dan Bank INA Perluas Akses Finansial Digital lewat Kartu Co-Brand

Indodax dan Bank INA Perluas Akses Finansial Digital lewat Kartu Co-Brand

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:28
share

Pernahkah kamu merasa pusing, linglung, terasa berat, dan tidak segar saat bangun karena tidur kembali setelah mematikan alarm? Jika pernah maka sebaiknya kamu menghentikan kebiasaan itu.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa kebiasaan memasang alarm bertubi-tubi memiliki efek tersendiri. Namun hal itu terjadi jika kita terbangun di alarm pertama kemudian tidur kembali dan terbangun lahir di alarm kedua yang jarak waktunya tidak terlalu jauh dari alarm pertama begitupun seterusnya.

Baca juga: Hipertensi di Usia Muda Makin Marak, Tekanan Pekerjaan di Kantor Jadi Salah Satu Pemicunya

“Pagi hari seharusnya jadi momen paling segar, tapi saya paham kamu sering merasa pusing dan berat setelah bangun. Banyak yang kira nambah tidur 5 sampai 10 menit bikin badan lebih segar. Padahal menunda alarm berkali-kali justru jadi biang keladinya,” kata dr. Cecep, diikutip Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan, saat tubuh kembali tertidur usai mematikan alarm maka otak akan memulai siklus tidur yang baru. Saat terbangun gara-gara alarm kedua maka otak juga terpaksa bangun di tengah siklus. Kondisi itu mengakibatkan rasa pusing, linglung, badan tidak segar bahkan sleep Inersia.“Begini, saat kamu tidur lagi setelah matikan alarm, otakmu mulai siklus tidur baru. Nah, pas alarm berikutnya bunyi, kamu terbangun paksa di tengah siklus. Hasilnya: sleep inertia, pusing, linglung, dan tubuh terasa berat,” jelas dia.

Baca juga: Tak Selalu Harus Lari, Gerakan Ini Ternyata Juga Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Menurutnya, jika kebiasaan itu terus menerus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama bisa mengganggu hormon dan metabolisme tubuh. “Kalau kebiasaan ini berlangsung lama, risikonya bisa gangguan hormon dan metabolisme tubuh,” tutur dr. Cecep.

Maka dari itu, ia menyarankan untuk menetapkan aturan jarak tempat tidur dengan handphone. Hal itu dilakukan agar mau tidak mau harus beranjak dan bergerak menuju handphone untuk mematikan alarm. Kondisi itu bisa membuat badan akhirnya lebih terasa aktif dan sensasi kantuk atau rasa ingin tidur kembali hilang.

“Solusi simpel: terapkan aturan jarak. Taruh HP atau alarm di tempat yang enggak bisa dijangkau sambil tiduran. Dengan begitu kamu dipaksa bangun dan bergerak,” beber dia.Lebih lanjut, dr. Cecep juga memberikan beberapa tips lainnya yang bisa dicoba agar bisa lepas dari kebiasaan tersebut. Salah satunya adalah dengan membiarkan cahaya masuk ke kamar. Ia menilai, cahaya menjadi sinyal bangun paling kuat babi otak.

“Cahaya adalah sinyal bangun paling kuat untuk otak. Atur gordenmu agar sedikit terbuka, atau gunakan lampu pintar (smart lamp) yang bisa di-setting untuk menyala dan meredup perlahan 15 menit sebelum alarm berbunyi,” tutur dr. Cecep.

Selain itu, ia menyarankan untukmenerapkan soundtrack alarm yang lebih lembut dan melodis atau naik secara bertahap. Hal itu bisa membuat proses transisi otak dari tidur menuju bangun menjadi lebih lembut.

“Hindari suara alarm yang terlalu kasar dan mengejutkan. Penelitian menunjukkan bahwa alarm dengan suara yang melodis atau nadanya naik secara bertahap bisa membantu proses transisi otak dari tidur ke sadar menjadi lebih lembut,” tambah dia.

Ia juga meyarankan untuk menyiapkan segelas air putih di samping tempat tidur yang bisa diminum saat bangun. Hal itu bisa membantu badan lebih segar dan tidak lemas. Sebab, semalaman tidur juga membuat tubuh dehidrasi karena tidak ada asupan cairan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa semua itu hanya bagian dari upaya dan kunci utamanya ada pada jam bangun yang konsisten dari diri kita sendiri. Dia juga menyarankan agar kita bisa melatih jam biologis tidur dan bangun secara tepat.

“Ini adalah solusi jangka panjang yang paling ampuh. Latih jam biologismu dengan bangun di jam yang sama SETIAP HARI, termasuk akhir pekan. Lama-kelamaan, tubuhmu akan belajar untuk bangun secara alami beberapa menit sebelum alarm berbunyi,” pungkas dia.

Topik Menarik