Pendaftaran Sekolah Kedinasan PTDI-STTD 2026 Dibuka, Jurusan IPS Bisa Daftar

Pendaftaran Sekolah Kedinasan PTDI-STTD 2026 Dibuka, Jurusan IPS Bisa Daftar

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:18
share

Gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (22/8/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 5.012 gempa bumi susulan. Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil M1,1. Sebanyak 31 gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di atas M5 dan 124 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat. Baca juga: Gempa Susulan Terus Mengguncang NTT, Pengungsi Tembus 92.735 Orang

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan gempa susulan yang terjadi saat ini memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama M7,7. “Bisa kita pastikan untuk gempa susulan lebih kecil ya sekarang. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya,” ujarnya. Gempa utama M7,7 sudah mendekati magnitudo maksimum yang dapat terjadi pada kerak dangkal di wilayah tersebut. Potensi maksimum magnitudo pada kerak dangkal di kawasan itu diperkirakan sekitar M7,8. “Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” ucapnya. Gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB dengan parameter pemutakhiran M7,7. Gempa dangkal berdampak pada munculnya tsunami di wilayah sekitar. Gempa terjadi akibat aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Wijayanto menuturkan berdasarkan data sementara aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga sampai empat minggu ke depan. “Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3 – 4 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada gempa bumi susulan yang masih terjadi,” ujarnya. BMKG terus memantau potensi tsunami yang dapat terjadi akibat aktivitas gempa di wilayah Flores dan sekitarnya. Sistem peringatan dini tsunami Indonesia mampu memberikan peringatan dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terdeteksi dan memenuhi parameter yang berpotensi menimbulkan tsunami. “BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya,” ucapnya.

Topik Menarik