Prabowo Bertolak ke Kalimantan Cek Penanganan Langsung Karhutla
Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, sedang dalam perjalanan pulang setelah masa penugasannya diperpanjang. Demikian dilaporkan berbagai media, mengutip keterangan para pejabat.
Penugasan kapal induk ini dimulai pada akhir November tahun lalu dan awalnya dijadwalkan berakhir pada bulan Mei, namun diperpanjang berulang kali karena keterlibatannya dalam operasi militer gabungan AS-Israel yang menargetkan Iran.
Kapal ini kini mencatatkan rekor modern Angkatan Laut AS untuk durasi pelayaran terus-menerus terlama tanpa singgah di pelabuhan.
Kapal ini membawa sekitar 5.000 pelaut dan personel Marinir, serta telah menghabiskan lebih dari 260 hari di laut—sebagian besar waktu tersebut dilalui tanpa berlabuh di pelabuhan mana pun.
Penugasan ini dilaporkan diwarnai berbagai masalah pasokan dan pemeliharaan, termasuk kekurangan makanan dan kebutuhan pokok, ketiadaan air panas dan air layak minum, serta kerusakan sistem saluran air. Keluarga para awak kapal telah menyuarakan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi moral yang merosot, kelelahan ekstrem (burnout), dan masalah kesehatan mental. Beberapa awak kapal bahkan dilaporkan sempat mencoba melompat ke laut.
Pejabat sementara Menteri Angkatan Laut, Hung Cao, pekan lalu mengakui adanya "sejumlah kecil kasus kesehatan mental" di atas kapal yang telah "ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa."
Laporan mengenai penugasan yang bermasalah ini memicu desakan agar Menteri Pertahanan Pete Hegseth diberhentikan.
Sebelumnya, ia menepis kekhawatiran yang muncul di media dengan menyebutnya sebagai informasi yang "sama sekali tidak akurat."
Pekan lalu, Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menyatakan Hegseth "harus segera dipecat" akibat situasi yang menimpa USS Abraham Lincoln.
"Saat Pete Hegseth dicalonkan, semua orang tahu bahwa ia sama sekali tidak kompeten. Kini, para pelaut kita yang gagah berani harus menanggung akibatnya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan," ujar pemimpin dari Partai Demokrat tersebut.
Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah untuk Runtuhkan Iran










