Kaleb Woisiri Dukung Sinergi Pemda-TNI Bangun Potensi Pangan Waropen Jadi Penggerak Ekonomi
Hamparan tanaman padi, kolam ikan lele, hingga peternakan kambing, babi, dan ayam petelur menjadi bagian dari pengembangan potensi pangan di Kabupaten Waropen. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah,TNI, dan masyarakat agar tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga.
Pengembangan tersebut terlihat dalam program ketahanan pangan Yonif TP 860/Nawasena Satya Ksatria (NSK) di SP VII, Distrik Audate, yang mendapat perhatian anggota DPRK Waropen dari Partai Perindo, Kaleb VB Woisiri. Dia mendorong Pemkab Waropen memperkuat kerja sama dengan pihak batalyon.
Kaleb menyampaikan dorongan tersebut saat mengunjungi Yonif TP 860/NSK sekaligus melihat pelaksanaan program dan menghadiri panen padi serta ikan lele yang dikembangkan di lahan batalyon.
Baca juga: DPW Perindo NTT Buka Posko Bantuan untuk Korban Gempa di 7 Kabupaten
“Kami melihat ada potensi besar yang bisa dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan di Waropen. Apa yang dilakukan Yonif TP 860/NSK perlu didukung dan dikembangkan melalui sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat,” ujar Kaleb, Jumat (21/8/26).Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRK meninjau berbagai kegiatan yang dikembangkan di kawasan batalyon, mulai dari tanaman padi dan kolam ikan lele menggunakan terpal hingga kandang kambing, peternakan babi, serta kandang ayam petelur.
Rombongan didampingi Komandan Yonif TP 860/NSK Letkol Alfa Erydani, S.Hub.Int. Pihak batalyon turut menjelaskan tahapan pengembangan program, termasuk pengelolaan berbagai sumber daya yang tersedia di kawasan tersebut.
Lihat video: Bimtek Partai Perindo: Fokus Membangun Agenda Ekonomi Rakyat
Menurut Kaleb, pemerintah daerah memiliki sumber daya dan kewenangan dalam pembangunan, sementara TNI memiliki sumber daya manusia serta pengalaman dalam mengorganisasi kegiatan di lapangan. Kedua potensi tersebut dinilai dapat dipadukan dengan melibatkan masyarakat sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan.“Pemda dan TNI memiliki sumber daya yang dapat saling melengkapi. Jika masyarakat juga dilibatkan sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan, saya optimistis potensi Waropen dapat dikembangkan untuk mencapai ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kaleb menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan daerah mengembangkan produksi dan menciptakan sumber penghasilan bagi masyarakat. Karena itu, program pertanian, perikanan, dan peternakan perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan potensi lokal.
DPRK Waropen, kata Kaleb, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat agar berjalan secara berkesinambungan. Dengan kerja sama tersebut, program ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Waropen.










