Nadine Chandrawinata Ogah Ajak Anak ke Luar Negeri, Ternyata Ini Alasannya
Aktris Nadine Chandrawinata memilih cara berbeda dalam mengajak anak-anaknya pergi berlibur. Istri Dimas Anggara ini lebih tertarik mengenalkan keindahan alam Indonesia kepada kedua buah hatinya, Nadi Djiwa Anggara dan Nadi Djala Anggara.
Bukan tanpa alasan, pilihan Nadine ini ternyata dipengaruhi oleh pola asuh orang tuanya dulu. Nadine menceritakan bagaimana sang ayah kerap mengajaknya melakukan perjalanan darat menjelajahi berbagai daerah di Tanah Air. Pengalaman masa kecil itulah yang kini ia wariskan kepada anak-anaknya.
"Karena memang sering diajak traveling naik mobil, karena papa saya kan orang Jember. Sudah pasti kalau ke Jember itu melewati banyak kota, terus berhenti duduk di warung, di warteg, makan," ujar Nadine Chandrawinata saat ditemui di kawasan Kebayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Baca Juga : Lahir di Hari Kesaktian Pancasila, Nadine Chandrawinata Beri Nama Anak Kedua Djala
Tak hanya sekadar makan di warung pinggir jalan, Nadine juga membiasakan anak-anaknya dengan kehidupan yang sederhana dan apa adanya selama di perjalanan."Terus berenang, ganti baju di kamar mandi seadanya, malam pakai sarung bisa di mana saja gitu," tambahnya.
Baginya, seluruh memori masa kecil tersebut sangat berharga. Ia menjadikannya fondasi utama dalam mendidik Djiwa dan Djala agar memiliki mental yang kuat dan menghargai setiap proses yang dijalani.
"Semua pengalaman hidupku ini, itu adalah bekal untuk aku dan untuk anak-anakku sekarang," imbuh Nadine.
Hingga saat ini, Nadine dan Dimas Anggara lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak menjelajah pelosok nusantara, mulai dari bermain di air terjun (curug) hingga menikmati suasana dingin di Wonosobo.Ia pun mengaku sang buah hati hingga kini belum pernah diajak berlibur ke luar negeri.
Baca Juga : Paham Dunia Film, Nadine Chandrawinata Tak Masalah Dimas Anggara Beradegan Romantis"Mereka pun sudah terbiasa gitu. Malah ke luar negeri belum pernah. Iya, semua masih dalam kota semua, maksudnya masih di dalam negeri kita," tuturnya.
Nadine percaya bahwa nilai-nilai kesederhanaan tidak perlu diajarkan dengan cara yang kaku. Ia memilih menanamkan hal tersebut melalui teladan dan kebiasaan sehari-hari.
"Itu pasti di bawah sadar kita akan tersalurkan dengan sendirinya karena sudah menjadi sebuah kebiasaan ya. Jadi tidak ada beban," jelasnya.
"Kesederhanaan itu ya sebenarnya bisa ada kalau kita mau menyesuaikan dengan kondisi kita gitu. Tidak melihat apa rumput tetangga lebih hijau. Kalau kita selalu membandingkan, kan tidak akan maju," pungkas Nadine.










