Li Shufu Tinggalkan Nama Besar Gelly , Ada Apakah?

Li Shufu Tinggalkan Nama Besar Gelly , Ada Apakah?

Otomotif | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:54
share

Pendiri Geely, Li Shufu, telah mundur dari jabatannya sebagai Ketua Geely Automobile Holdings (Geely Auto) dalam sebuah perubahan kepemimpinan besar yang mengalihkan pengelolaan produsen mobil terbesar kedua di China tersebut kepada jajaran profesional.

Li, 63 tahun, akan digantikan oleh An Conghui atau Andy An, 56 tahun, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Eksekutif Geely Auto dan CEO Zhejiang Geely Holding Group. Penunjukan ini akan berlaku efektif mulai 18 Agustus 2026.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP) berjudul "Billionaire Geely Auto head Li Shufu steps down as profit slips" (Miliarder pemimpin Geely Auto, Li Shufu, mundur saat laba menurun) pada 17 Agustus, Li menggambarkan perubahan ini sebagai bagian dari rencana suksesi kepemimpinan yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Geely.

"Kami kini memulai upaya untuk mengembangkan talenta profesional dan membangun tim profesional," ujarnya.

Li sebelumnya telah mengisyaratkan rencana suksesi kepemimpinan Geely saat berbicara di sebuah forum yang bertepatan dengan Chongqing Auto Show pada bulan Juni.Namun, perubahan ini tidak berarti Li meninggalkan seluruh kerajaan bisnis otomotif yang didirikannya.

Ia akan tetap memegang jabatan sebagai Ketua Zhejiang Geely Holding Group, perusahaan induk yang memiliki kepentingan dalam berbagai produsen dan merek otomotif global, termasuk Volvo Cars dan Mercedes-Benz.

Dalam struktur baru Geely Auto, Andy An mengambil alih posisi Ketua, sementara Gan Jiayue atau Jerry Gan ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO), menggantikan Gui Shengyue.

Gan sebelumnya bertanggung jawab atas pengembangan kendaraan dan operasi penjualan Geely Auto.

Perubahan ini dipandang sebagai langkah Geely untuk beralih dari struktur manajemen yang sangat bergantung pada pendiri menuju sistem kepemimpinan perusahaan yang lebih profesional dan terstruktur.Perubahan kepemimpinan ini diumumkan pada hari yang sama saat Geely Auto merilis laporan keuangan untuk enam bulan pertama tahun 2026.

Geely mencatatkan pendapatan sebesar RMB173,6 miliar pada periode tersebut, naik 15 persen dari RMB151,39 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun 2 persen menjadi RMB9,09 miliar dari RMB9,26 miliar pada semester pertama tahun 2025.

Terlepas dari penurunan tersebut, laba inti Geely justru melonjak 46 persen dari RMB6,62 miliar menjadi RMB9,68 miliar setelah disesuaikan dengan dampak nilai tukar mata uang asing dan penurunan nilai aset non-keuangan.

Geely juga mencatatkan penjualan sebanyak 1,423 juta kendaraan selama enam bulan pertama tahun ini, naik 1 persen dari 1,409 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ekspor menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan dengan 474.000 kendaraan dikirim ke pasar di luar Tiongkok, naik 158 persen secara tahunan (*year-on-year*).

Dari jumlah tersebut, 277.000 unit merupakan kendaraan energi baru (NEV)—naik 585 persen—sementara total penjualan NEV Geely mencapai 799.000 unit pada enam bulan pertama tahun 2026.

Merek premium Zeekr mencatatkan penjualan sebanyak 178.000 unit, naik 97 persen secara tahunan.

Saat ini, Geely mempertahankan target penjualan keseluruhan sebesar 3,45 juta kendaraan untuk tahun 2026 seiring dengan upaya perusahaan untuk terus meningkatkan kehadirannya di pasar internasional dan memperluas operasi di luar Tiongkok.

Topik Menarik