Cuma Sebulan Meluncur, BYD M6 DM Langsung Jadi Raja Segmen PHEV
GIIAS 2026 sudah tutup buku. BYD pulang membawa gelar. BYD M6 DM, MPV keluarga dengan teknologi Dual Mode, dinobatkan sebagai "Most Inspiring PHEV of the Year 2026" di ajang Indonesian Automotive Awards 2026.
Selama GIIAS 2026, BYD mencatat lebih dari 4.000 Surat Pemesanan Kendaraan. Dari jumlah itu, BYD M6 DM menyumbang lebih dari 20 persen, atau di atas 850 unit. Booth BYD sendiri didatangi lebih dari 105.000 pengunjung. Dari 700-an orang yang ikut test drive, lebih dari 60 persen memilih keluarga BYD M6, baik varian DM maupun EV.
M6 DM ini bukan pemain baru yang tiba-tiba populer. Distribusinya baru dimulai akhir Mei 2026. Tapi hanya dalam satu minggu, ia sudah jadi model terlaris di segmennya.
Sampai sekarang, total penjualan wholesales-nya sudah tembus 3.200 unit. Semuanya diproduksi penuh di Indonesia.Konsumsi bahan bakarnya diklaim bisa mencapai 65 km per liter. Angka yang membuat siapa pun pantas menoleh, apalagi di tengah harga BBM yang tidak pernah benar-benar bersahabat.
Bukan cuma konsumen yang tertarik. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita datang ke booth BYD pada 30 Juli 2026. Sembilan hari kemudian, giliran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang berkunjung, 8 Agustus 2026. Keduanya tidak sekadar melihat dari luar. Mereka masuk ke kabin BYD M6 DM, merasakan langsung mobil yang katanya diproduksi penuh di dalam negeri.
Eagle Zhao, President Director PT BYD Motor Indonesia, punya penjelasan soal antusiasme ini: "Penerimaan tersebut terus berlanjut hingga GIIAS 2026, dimana tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa teknologi DM menjadi pilihan yang relevan bagi keluarga di Tanah Air."Sementara Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menyoroti sisi lain: kunjungan dua menteri itu momen penting. Katanya, pengalaman langsung para pejabat itu "memperlihatkan bagaimana teknologi DM dapat menghadirkan solusi baru untuk kebutuhan mobilitas yang nyaman dan efisien bagi keluarga Indonesia."
Di luar M6, sisa 20 persen SPK tersebar ke BYD Atto 1, Seal, Atto 3, Sealion 7, Dolphin, hingga Denza D9. Artinya minat pasar tidak menumpuk di satu titik saja. Semua lini kebagian jatah.
Kalau dilihat dari performa nasional, momentum GIIAS ini sejalan dengan tren yang lebih besar. Sepanjang Juli 2026, BYD dan Denza membukukan penjualan lebih dari 32.800 unit. Pangsa pasar gabungan keduanya di segmen EV dan DM tembus 36 persen.
Penghargaan tidak berhenti di M6 DM. Denza meraih "Inspiring Luxury EV Brand of the Year 2026". Eagle Zhao sendiri dapat gelar personal: "Inspiring Person in Automotive".
Tiga penghargaan sekaligus. Produk, brand, dan orang. Lengkap.BYD sekarang punya dua opsi di keluarga M6: EV murni atau DM yang fleksibel. Ini strategi yang masuk akal. Konsumen Indonesia belum seragam soal kesiapan infrastruktur pengisian daya. Dengan DM, BYD memberi jalan tengah — rasa elektrifikasi tanpa cemas kehabisan daya di tengah jalan.
Produksi lokal penuh untuk M6 juga bukan gestur kosong. Itu keterlibatan nyata dalam industri otomotif dalam negeri, bukan sekadar jualan unit impor.






