Jetour Raup Lebih dari 1.000 Pemesanan pada GIIAS 2026, Model Elektrifikasi Mendominasi
JAKARTA - PT Jetour Sales Indonesia meraup pemesanan hingga tembus seribu surat pemesanan kendaraan (SPK) pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Model elektrifikasi mendominasi pemesanan tersebut.
1. 1038 SPK
Total, Jetour meraup 1.038 SPK. Kendaraan elektrifikasi, yaitu T1 i-DM dan T2 i-DM atau PHEV menjadi model terlaris.
“Pencapaian 1.038 SPK selama GIIAS 2026 menjadi hasil yang sangat positif bagi Jetour. Dari total tersebut, Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM memberikan kontribusi total sebanyak 72 terhadap keseluruhan SPK," ujar Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, dikutip Selasa (18/8/2026).
Ia melanjutkan, angka ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap kedua model tersebut, "Kami sangat mengapresiasi kepercayaan konsumen yang telah memilih Jetour dan menjadikan GIIAS tahun ini sebagai salah satu pencapaian penting bagi kami,” tuturnya.
Dominasi kedua model tersebut di sisi penjualan juga sejalan dengan apresiasi yang diterima selama GIIAS 2026. Jetour T2 i-DM berhasil meraih dua penghargaan, yaitu New Launch SUV pilihan media dan Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara Jetour T1 i-DM Modification berwarna ungu meraih penghargaan Special Exhibit Car.
Sementara itu, kehadiran Jetour di GIIAS 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan SUV yang memadukan karakter adventure, teknologi, serta kebutuhan mobilitas modern. Pada GIIAS 2026 juga memberikan kesempatan bagi Jetour untuk memperkenalkan teknologi i-DM.
Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menambahkan, melalui konsep Adventure PHEV yang kami hadirkan, Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM menawarkan perpaduan antara karakter adventure, performa, efisiensi, dan fleksibilitas berkendara.
"Respons yang kami terima selama GIIAS 2026 menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari kendaraan elektrifikasi, tetapi juga menginginkan pengalaman berkendara yang tetap memberikan kebebasan untuk menjalani berbagai perjalanan dan petualangan,” tutur Ranggy.







