Diboikot BTS, Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop

Diboikot BTS, Grammy Pertimbangkan Ubah Kategori Asian Pop

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:30
share

CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengakui bahwa sejumlah artis merasa kategori Asian Pop belum sepenuhnya merepresentasikan musik yang mereka ciptakan. Salah satu yang memprotes adalah group K-pop BTS.

Dikutip Kbizoom, Mason mengatakan, meski kategori tersebut dibentuk dengan niat untuk memberikan apresiasi terhadap musik Asia, sejumlah musisi justru merasa karya mereka belum terwakili dengan baik.

Sebagai seorang musisi, Mason mengaku menanggapi kekhawatiran tersebut secara serius. Ia juga menegaskan bahwa selama enam tahun terakhir, Recording Academy telah menunjukkan kemampuan untuk merespons kebutuhan komunitas musik dan melakukan perubahan dengan cepat.

Baca Juga : BTS Boikot Grammy 2027, Ini Respons CEO Recording Academy

Mason bahkan mengisyaratkan bahwa Recording Academy terbuka untuk mengevaluasi kembali cara mereka membentuk kategori Grammy baru. Dengan jumlah kategori yang kini mencapai lebih dari 100, menurut dia, Academy tengah mempertimbangkan bagaimana pendekatan terhadap kategori-kategori tersebut dapat dikembangkan ke depan.Berdasarkan pernyataan tersebut, Billboard melaporkan bahwa Recording Academy berpotensi melakukan restrukturisasi terhadap kategori Asian Pop, bahkan perubahan itu kemungkinan mulai diterapkan pada penyelenggaraan Grammy tahun depan.

Untuk membahas persoalan ini, Recording Academy telah memulai dialog dengan berbagai perwakilan industri musik di Asia. Mason bersama sejumlah petinggi Academy disebut telah bertemu dengan artis, label rekaman, hingga manajer yang mewakili K-pop, J-pop, C-pop, serta musik India. Beberapa perwakilan yang terkait dengan HYBE juga disebut ikut dalam pembicaraan tersebut.

Baca Juga : 8 Penyanyi dan Musisi yang Pernah Boikot Grammy, Terbaru BTS

Academy juga telah melibatkan dewan dan komite nominasi untuk membahas kategori Asian Pop. Di saat yang sama, konsultasi dengan para pelaku industri dilakukan secara terpisah.

Langkah tersebut bertujuan memastikan musik Asia mendapatkan penghargaan dan representasi yang sesuai, terutama sejak kategori tersebut pertama kali diperkenalkan.Kontroversi mengenai kategori Asian Pop bermula pada Juni lalu, ketika Grammy mengumumkan pembentukan Best Asian Pop Music Performance atau Penampilan Musik Pop Asia Terbaik. Kategori ini dibuat untuk memberikan apresiasi terhadap musik dari sejumlah pasar Asia, termasuk Korea, China, dan Jepang.

Namun, keputusan tersebut langsung menuai kritik dari sebagian penggemar K-pop dan pengamat industri. Mereka mempertanyakan apakah pembuatan kategori khusus untuk musik Asia justru akan membuat artis-artis Asia ditempatkan di jalur yang terpisah.

Kekhawatiran itu muncul di tengah semakin besarnya pengaruh K-pop di pasar global. Para kritikus menilai, dengan popularitas dan kualitas musik Asia yang semakin mendapat perhatian internasional, seharusnya artis-artis tersebut memiliki kesempatan untuk bersaing di kategori umum Grammy bersama musisi dari berbagai belahan dunia.

Perdebatan semakin memanas pada 29 Juli, ketika BTS mengumumkan tidak akan mengajukan karya musik mereka untuk Grammy tahun ini.

BTS menjelaskan bahwa mereka ingin musiknya didengar dan diapresiasi karena kualitas karya tersebut, bukan karena ditempatkan dalam kategori berdasarkan wilayah atau bahasa.Keputusan BTS dengan cepat memperuncing perdebatan mengenai kategori baru tersebut. Sorotan terhadap Recording Academy pun semakin besar, terutama terkait bagaimana Grammy memberikan pengakuan terhadap perkembangan musik Asia di panggung global.

Meski demikian, hingga kini Recording Academy belum secara resmi mengumumkan bahwa kategori Asian Pop akan dihapus atau diganti.

Komentar terbaru Harvey Mason Jr. hanya menunjukkan bahwa organisasi tersebut terbuka untuk mengevaluasi kembali pendekatannya. Konsultasi yang tengah berlangsung dengan artis, label, dan perwakilan industri musik Asia berpotensi menghasilkan perubahan, baik pada struktur kategori Asian Pop maupun cara Grammy membentuk kategori-kategori baru ke depan.

Situasi ini menjadi momentum penting bagi hubungan antara Grammy dan industri musik Asia yang terus berkembang. Seiring semakin besarnya popularitas K-pop, J-pop, C-pop, musik India, dan berbagai genre Asia lainnya di pasar internasional, tuntutan terhadap bentuk pengakuan yang lebih tepat dan setara pun semakin kuat.

Topik Menarik