Mau Operasi Plastik di Luar Negeri? Dokter Ingatkan Cek 5 Hal Ini sebelum Berangkat!
JAKARTA, iNews.id - Operasi plastik di luar negeri kini semakin mudah diakses masyarakat Indonesia. Korea Selatan dan Thailand selama ini dikenal sebagai destinasi populer, tetapi Malaysia juga mulai menjadi salah satu pilihan untuk prosedur estetika dan bedah plastik.
Meski menawarkan berbagai pilihan prosedur, keputusan menjalani operasi plastik di luar negeri tidak seharusnya hanya didasarkan pada hasil akhir yang terlihat di media sosial atau biaya yang ditawarkan. Ada sejumlah aspek medis yang perlu diperhatikan sebelum pasien memutuskan berangkat.
Founder sekaligus Medical Director Insta Beauty Center, dr Rudy Adiputra, mengatakan masyarakat perlu mendapatkan informasi yang cukup sebelum memilih prosedur maupun tempat untuk menjalani operasi plastik.
Menurutnya, perkembangan industri estetika seharusnya tidak hanya dilihat dari banyaknya pilihan treatment, tetapi juga dari aspek keamanan dan kompetensi tenaga medis.
"Kami melihat adanya kebutuhan untuk memperluas pilihan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan layanan Operasi Plastik atau plastic surgery," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
"Selama ini, ketika berbicara mengenai prosedur plastic surgery di luar negeri, Korea dan Thailand sering menjadi pilihan utama. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkenalkan Malaysia, khususnya Sunway Medical Centre Damansara, sebagai salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan oleh masyarakat Indonesia," tambah dr Rudy.
Lantas, hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk berangkat operasi plastik di luar negeri? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
5 Hal Wajib Dicek sebelum Oplas di Luar Negeri
1. Cek kompetensi dokter
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah siapa dokter yang akan melakukan tindakan. Pasien sebaiknya mencari tahu latar belakang pendidikan, spesialisasi, pengalaman, hingga kompetensi dokter dalam melakukan prosedur yang diinginkan.
Hal ini penting karena setiap prosedur memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang berbeda. Dokter yang berpengalaman dalam satu jenis operasi belum tentu memiliki keahlian yang sama pada prosedur lainnya.
"Dengan dokter spesialis berpengalaman seperti Dr Jagjeet Singh, tindakan seperti body contouring, mommy makeover, breast lift, breast augmentation dan VASER liposuction bisa dikerjakan dalam lingkungan rumah sakit yang komprehensif," ujar Jasmine Lau, Chief Executive Officer, Sunway Medical Centre Damansara.
2. Pastikan fasilitas medis memadai
Operasi plastik bukan sekadar prosedur kecantikan, melainkan tindakan medis yang membutuhkan fasilitas memadai.
Pasien perlu memastikan operasi dilakukan di fasilitas kesehatan dengan standar keselamatan yang baik, termasuk ketersediaan tim medis dan fasilitas untuk menangani kondisi darurat apabila terjadi komplikasi.
3. Pahami prosedur dan risikonya
Sebelum menjalani operasi, pasien juga perlu memahami secara jelas prosedur yang akan dilakukan, termasuk manfaat, risiko, kemungkinan komplikasi, masa pemulihan, hingga hasil yang realistis.
Keinginan mendapatkan bentuk wajah atau tubuh tertentu sebaiknya tidak membuat pasien mengabaikan kondisi medisnya sendiri.
Menurut dr Rudy, pendekatan dalam perawatan estetika juga perlu memperhatikan anatomi dan proporsi tubuh atau wajah pasien.
"Kami melihat perkembangan industri estetika tidak hanya mengenai tren treatment, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan medis yang tepat, aman, dan ditangani oleh tenaga medis yang kompeten," katanya.
4. Jangan lupakan perawatan setelah operasi
Salah satu hal yang kerap luput ketika seseorang memilih operasi plastik di luar negeri adalah proses pemulihan setelah tindakan.
Pasien perlu mengetahui berapa lama harus berada di negara tujuan, kapan diperbolehkan melakukan perjalanan pulang, serta bagaimana mekanisme kontrol setelah operasi.
Perencanaan juga perlu mempertimbangkan kemungkinan munculnya keluhan atau komplikasi setelah pasien kembali ke Indonesia.
5. Hitung seluruh biaya, bukan hanya biaya operasi
Harga operasi bukan satu-satunya pengeluaran yang perlu dipersiapkan. Pasien juga perlu memperhitungkan biaya konsultasi, pemeriksaan sebelum operasi, obat-obatan, akomodasi, transportasi, hingga kontrol pascaoperasi.
Dengan begitu, pasien dapat mengetahui gambaran biaya secara keseluruhan dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan harga awal yang terlihat lebih murah.
Tren Operasi Plastik Mulai Bergeser
Di Indonesia, pembicaraan mengenai estetika kini tidak lagi terbatas pada perawatan nonbedah seperti filler, botox, thread lift atau tarik benang, skin booster, dan collagen stimulator.
Pilihan prosedur yang lebih kompleks seperti liposuction atau sedot lemak, breast augmentation, breast lift, tummy tuck, hingga berbagai tindakan reconstructive surgery juga semakin dikenal masyarakat.
Namun, meningkatnya pilihan tersebut perlu diikuti pemahaman mengenai keamanan dan ekspektasi pasien.
Dokter Rudy menilai masyarakat tidak perlu terburu-buru menentukan pilihan hanya karena mengikuti tren.
"Ini adalah langkah awal dari kolaborasi jangka panjang. Kami tidak berharap bahwa setelah satu event masyarakat langsung memutuskan untuk melakukan prosedur di Malaysia. Yang lebih penting adalah memberikan edukasi, memperkenalkan pilihan yang tersedia, membangun trust, dan memberikan pengalaman langsung mengenai standar layanan yang ditawarkan," ujar dr Rudy.
Pada akhirnya, keputusan menjalani operasi plastik, terlebih di luar negeri, tetap membutuhkan pertimbangan medis yang matang. Pasien perlu memastikan dokter, fasilitas, prosedur, risiko, serta rencana pemulihan sebelum memutuskan menjalani tindakan.










