Iran Gabung Bank BRICS, Makin Yakin Tinggalkan Dolar Bersama Negara Berkembang

Iran Gabung Bank BRICS, Makin Yakin Tinggalkan Dolar Bersama Negara Berkembang

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:45
share

Iran mengambil langkah finansial berani di tengah jepitan sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan konflik geopolitik yang kian panas dengan AS serta Israel. Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati mengumumkan, bahwa Teheran akan segera resmi menjadi anggota New Development Bank (NDB), lembaga pendanaan yang didirikan oleh kelompok negara-negara berkembang BRICS.

Pengumuman krusial ini disampaikan Hemmati menjelang agenda pertemuannya dengan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota BRICS di India, sebagaimana dilansir media pemerintah Iran. Langkah Teheran untuk merapat ke bank pembangunan BRICS bukan tanpa alasan.

Seperti diketahui Iran hingga saat ini masih terisolasi dari sistem keuangan berbasis dolar AS akibat sanksi internasional yang meluas. Lantaran kondisi tersebut, Iran terdorong mencari alternatif pendanaan infrastruktur dan perdagangan di luar jangkauan Washington.

Baca Juga: Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata

"Hasil terpenting dari kerja sama di antara negara-negara anggota BRICS adalah pembentukan New Development Bank, dan negara kita akan segera menjadi anggota bank ini," tegas Abdolnaser Hemmati.

Iran sendiri telah resmi bergabung sebagai anggota blok BRICS sejak 2024. Bergabungnya Iran ke NDB dipandang sebagai strategi ampuh untuk memperkuat keterikatan ekonomi dengan raksasa pasar berkembang seperti China, Rusia, India, dan Brasil.

Mengenal NDB: Bank Penantang Dominasi Keuangan Barat

Didirikan pada tahun 2015 oleh Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, New Development Bank (NDB) dirancang khusus untuk membiayai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan.

Keanggotaan NDB terbuka bagi negara-negara anggota PBB. Sebelum Iran, Uzbekistan baru saja ditetapkan sebagai anggota ke-10 NDB pada 5 Juni lalu. Baca Juga: Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun

Salah satu agenda utama yang terus diusung oleh negara-negara BRICS adalah mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS dalam perdagangan internasional atau gerakan Dedolarisasi. Hemmati meyakini bahwa keterlibatan Iran di NDB akan mempercepat kerja sama moneter bilateral maupun trilateral menggunakan mata uang lokal masing-masing negara anggota.

Meskipun divisi komunikasi korporat NDB saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail keanggotaan Iran, pengumuman dari Teheran ini menegaskan bahwa peta kekuatan ekonomi global sedang bergeser ke arah multipolar. Apakah langkah Iran bersama BRICS ini bakal berhasil meruntuhkan dominasi dolar AS di pasar dunia?

Topik Menarik