Mahasiswa FK Unair Pelajari Terapi Musik untuk Pasien di Universitas Mahidol Thailand
Menjawab tantangan medis global yang kian dinamis, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengukuhkan komitmennya dalam mencetak calon dokter berwawasan internasional.
Melalui program kolaborasi lintas negara, FK Unair mendorong para mahasiswanya untuk mengeksplorasi pendekatan medis holistik dan adaptif terhadap perkembangan sains modern.
Baca juga: MPKMB 63 IPB: Ferry Irwandi Sebut Kuliah Adalah Privilege, Jerome Polin Dorong Eksplorasi Diri
Sebanyak enam mahasiswa kedokteran FK Unair yang aktif dalam bidang seni musik dan paduan suara terpilih untuk mengikuti Program Kunjungan Studi Internasional bertajuk “Music in Healthcare” di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol, Thailand.
Rangkaian program kolaborasi internasional ini berlangsung secara hybrid, diawali dengan sesi daring pada 13–18 Juli 2026 dan dilanjutkan dengan kegiatan onsite di Bangkok pada 31 Juli hingga 9 Agustus 2026.Dekan FK Unair, Prof. Eighty Mardiyan Kurniawati beserta jajaran pimpinan terus mendukung penuh keterlibatan mahasiswa dalam program internasional seperti ini. Hal senada disampaikan oleh Annette d'Arqom, selaku Deputy of Student Mobility di Office of International Affairs (OIA) FK Unair. Ia menegaskan pentingnya program partisipasi internasional bagi pengembangan karakter dan keahlian mahasiswa.
Baca juga: Unusa Gandeng Malaysia Berdayakan Lansia Cegah Diabetes Lewat Terapi Spiritual
"Selain memperluas cakrawala akademik, program ini menjadi wujud nyata upaya FK Unair dalam mengintegrasikan keahlian klinis dengan pemahaman kedokteran holistik yang berstandar internasional," ungkap Annette, melalui keterangan resmi, Sabtu (15/8/2026).
Inovasi Pendekatan Medis: Musik sebagai Media Penyembuhan
Program inovatif ini dirancang khusus untuk memadukan minat seni mahasiswa dengan praktik medis. Selama berada di Thailand, para mahasiswa FK Unair mendalami peran transformatif terapi musik dalam layanan kesehatan, khususnya pada perawatan paliatif (palliative care), kesejahteraan pasien, serta peningkatan kualitas hidup lansia.Jadi Trendsetter, GelangRp1 Jutaan yang Dipakai Putri Charlotte di Wimbledon Langsung Diburu
Dibawah bimbingan langsung Puchong Chimpiboon, Terapis Musik Tingkat Profesional Senior di Siriraj Palliative Care Center, delegasi FK Unair berkesempatan melakukan observasi klinis secara mendalam di dua unit unggulan:
1. Siriraj Palliative Care Center, untuk mengamati bagaimana terapi suara dan musik digunakan dalam mengurangi kecemasan serta mendampingi pasien fase paliatif.2. Siriraj Applied Thai Traditional Medicine, untuk mempelajari integrasi pengobatan tradisional dan pendekatan holistik dalam pelayanan kesehatan modern.
Aksi Nyata dan Inisiatif Observasi Lapangan
Tidak hanya belajar di lingkup akademis RS Siriraj, para delegasi FK Unair juga terjun langsung mengamati implementasi terapi medis dan rekreasi di pusat-pusat perawatan lansia terkemuka di Bangkok pada 2 Agustus 2026.Para mahasiswa mengunjungi SPLA Elderly Medical Center serta Ilada Health Care yang berlokasi di wilayah Bangkok Noi. Di kedua pusat perawatan medis berfasilitas modern tersebut, mahasiswa FK Unair mengamati secara langsung sesi terapi musik, bernyanyi bersama, hingga interaksi sosial bagi para penghuni lansia dan pasien rehabilitasi pasca-stroke.
Suci Rahmawati, perwakilan dari mahasiswa FK Unair, menyampaikan antusiasmenya atas kesempatan berharga ini.
"Kami berenam berkesempatan mengunjungi SPLA Elderly Medical Center serta Ilada Health Care yang berlokasi di wilayah Bangkok Noi. Di kedua pusat perawatan medis berfasilitas modern tersebut, kami mengamati serta berinteraksi secara langsung dalam sesi terapi musik, bernyanyi bersama, dan kegiatan sosial bagi para penghuni lansia maupun pasien rehabilitasi pasca-stroke," ungkap Suci.










