Mengenal Plantar Fasciitis, Peradangan Jaringan yang Sebabkan Nyeri Hebat di Tumit

Mengenal Plantar Fasciitis, Peradangan Jaringan yang Sebabkan Nyeri Hebat di Tumit

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 14:27
share

Pernahkah Anda merasakan sensasi nyeri tajam di area tumit saat pertama kali menginjakkan kaki di lantai setelah bangun tidur? Keluhan yang kerap diabaikan dan dianggap sekadar pegal biasa ini ternyata menandakan adanya kondisi medis yang dikenal sebagai plantar fasciitis.

Melansir dari Mayo Clinic, plantar fasciitis merupakan kondisi peradangan pada pita jaringan tebal atau fasia plantar di sepanjang bagian bawah kaki. Jaringan fibrosa ini berfungsi menghubungkan tulang tumit hingga ke jari-jari kaki. Ketika jaringan ini mengalami peradangan, dampak yang ditimbulkan adalah rasa nyeri hebat di area tumit yang dapat mengganggu mobilitas sehari-hari.

Baca juga: 4 Kebiasaan Sebelum Tidur yang Diam-diam Bisa Merusak Ginjal, Apa Saja?

Dokter Spesialis Saraf dan Intervensi Nyeri, dr. Fajar Rudy Qimindra dalam unggahan video di akun instagramnya membeberkan gejala awal peradangan ini agar dapat segera ditangani sebelum memburuk.

Ia menjelaskan bahwa gejala awal kondisi ini umumnya dapat dirasakan dari karakteristik rasa sakitnya. Pertama adalah rasa nyeri tumpul atau tajam di sepanjang lengkung kaki saat tumit disentuh. Ciri khas lain dari plantar fasciitis adalah pola kemunculan rasa nyerinya yang spesifik. Rasa sakit paling parah biasanya muncul di momen-momen awal tubuh mulai bergerak kembali."Sakit tumit kaki setelah bangun tidur di pagi hari atau setelah istirahat lama. Rasa sakit ini cenderung mereda setelah beberapa menit berjalan," kata dr. Fajar, dikutip Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Pendonor Ginjal Justru Bisa Lebih Sehat, Ini Kata Dokter

Hal tersebut sejalan dengan panduan kesehatan NHS, yang mencatat bahwa rasa sakit memang berangsur membaik saat kaki mulai bergerak. Namun, rasa nyeri tersebut berisiko memburuk kembali jika seseorang berdiri, berjalan, berlari dalam waktu lama, atau saat meregangkan telapak kaki seperti menaiki tangga.

Sementara, gejala ketiga adalah nyeri tumit yang terasa lebih erat setelah aktivitas fisik atau berjalan di alas yang keras atau naik turun tangga. Lantas, siapa saja yang paling rentan mengalami peradangan jaringan tumit ini? Menurutnya, ada beberapa faktor bentuk tubuh, kebiasaan, hingga pilihan alas kaki yang memperbesar risiko seseorang terkena plantar fasciitis.

"Siapa yang gampang terkena plantar fasciitis, nyeri di tumit kaki? Satu, bentuk kaki yang datar, dua overweight, tiga overuse, latihanmu berlebihan dan tanpa pemanasan, empat, sepatu yang sempit atau insole sangat tipis. Lima, suka sepatu high heels," terang dia.

Meski nyeri yang ditimbulkan bisa sangat mengganggu, penanganan plantar fasciitis tidak selalu membutuhkan tindakan medis berat. Sebelum mempertimbangkan opsi tindakan operasi, terdapat penanganan konservatif yang cukup efektif untuk meredakan peradangan dan nyeri.dr. Fajar membagikan langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan penderita di rumah maupun melalui bantuan medis dasar.

"Ini tujuh solusi selain suntik dan operasi. Satu istirahatkan, dua kompres es, tiga pakai bidai atau ortosis malam hari dipakai saat tidur, empat fisioterapi, yang kelima, minum obat-obatan radang dan antinyeri, enam pakai tambahan insol atau alas kaki," pungkas dia.

Topik Menarik