Mengenal Quervain Tenosynovitis, Nyeri Pergelangan Tangan saat Buka Tutup Botol hingga Angkat Sendok

Mengenal Quervain Tenosynovitis, Nyeri Pergelangan Tangan saat Buka Tutup Botol hingga Angkat Sendok

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 07:05
share

NYERI pada pergelangan tangan kerap dirasakan banyak orang. Biasanya, nyeri muncul karena aktivitas berat, olahraga, atau cedera ringan.

Namun jika nyeri tersebut terasa amat sangat sakit bahkan saat kamu hanya sekedar membuka tutup botol, mengulek, atau mengangkat sendok itu tidak boleh disepelekan. Bisa jadi, kamu terkena Quervain Tenosynovitis.

1. Apa Itu Quervain Tenosynovitis?

Nyeri Pergelangan tangan yang amat sangat saat melakukan aktivitas sederhana seperti di atas bukanlah satu hal biasa. Bisa jadi, kamu terkena Quervain Tenosynovitis.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Aditya Surya Pratama, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, kondisi tersebut merupakan peradangan selubung tendon di sisi pergelangan tangan atau di bawah pangkal ibu jari.

“Nah, tendon ini berfungsi untuk menggerakkan ibu jari. Saat digunakan berulang kali dengan tekanan yang besar, selubung tendon ini ngalamin iritasi, bengkak, lalu nimbulin yang namanya rasa nyeri,” kata dr. Aditya, dikutip Kamis (13/8/2026).

2. Penyebab Quervain Tenosynovitis

dr. Aditya menjelaskan, Quervain Tenosynovitis muncul tersebut bukan disebabkan oleh asam urat, kolesterol, atau rematik. Hal ini terjadi karena aktivitas mekanis pergelangan yang dilakukan secara terus-menerus. Yang cukup memprihatinkan adalah kondisi tersebut seringkali disalahpahami masyarakat sebagai nyeri biasa.

Alhasil, penanganan yang dilakukan cukup sederhana. Mulai dari mengoleskan minyak, memakai koyo, maupun memberi pijatan kecil pada titik nyeri yang justru bisa memperparah peradangan.

“Padahal, kalau memang ini penyebabnya adalah de Quervain, pijatan yang terlalu keras ini justru bisa memperparah peradangan yang ada pada tendon. Dan kalau kondisi ini misalnya dibiarin, jaringan di sekitar tendon ini dapat menebal, sehingga ruang tempat tendon bergerak itu menjadi semakin sempit,” jelas dia.

 

3. Dampak jika Penanganan Tidak Tepat

Menurut dr. Adit, kondisi itu nantinya bisa menyebabkan rasa nyeri yang semakin hebat khususnya saat ibu jari digerakan. Akhirnya, ibu jari bisa menjadi kaku dan mengalami penurunan kekuatan genggaman akibat cara penanganan yang tidak tepat.

“Dan pada kasus yang sudah berat atau kronis, pengobatan konservatif itu sering kali kadang-kadang enggak lagi efektif. Sehingga pasien ini dapat memerlukan tindakan operasi kecil,” tutur dr. Aditya.

Maka dari itu, dr. Aditya mengimbau masyarakat tidak menunda diri untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. Selain itu, penting berkonsultasi dengan dokter soal nyeri yang amat sangat di pergelangan tangan.

“Jadi kalau misalnya nyeri pergelangan tangan ini berlangsung lebih dari misalnya beberapa hari, bahkan minggu, dan bulan, terus semakin berat, jari enggak bisa digerakin, mulai ganggu aktivitas, jangan pernah ditunda,” imbau dia.

“Dan enggak usah malas buat ke dokter. Ini buat dapetin diagnosis dan penanganan yang tentunya tepat, sebelum kerusakannya jadi permanen. Karena semakin cepat ditangani, itu semakin besar peluang sembuh tanpa operasi,” pungkas dr. Aditya.

Topik Menarik