Kencing Masih Menetes Setelah Buang Air Kecil? Begini Cara Mengatasinya
JAKARTA, iNews.id - Pernahkah kamu merasa sudah selesai buang air kecil dan kembali mengenakan celana, tetapi tiba-tiba masih ada sisa air seni yang menetes? Kondisi ini ternyata cukup umum dialami pria dan dikenal dalam dunia medis sebagai post-void dribbling.
Dokter Spesialis Urologi sekaligus influencer kesehatan, dr Andika Afriansyah menjelaskan post-void dribbling terjadi ketika masih terdapat sisa urine yang tertahan di sepanjang saluran kemih atau uretra. Sisa urine tersebut dapat keluar ketika tubuh kembali bergerak, misalnya saat berjalan setelah buang air kecil.
"Kencing netes lagi padahal udah selesai dan udah pakai celana. Pasti para pria relate banget, kan? Ini namanya post-void dribbling. Sisa kencing yang masih ngumpet di saluran, terus keluar pas kamu udah bergerak," kata dr Andika dikutip Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut umumnya dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana. Berikut empat cara yang bisa dicoba untuk mencegah kencing kembali menetes setelah buang air kecil.
1. Jangan Langsung Memakai Celana
Lima Akomodasi di Bali Ini Ramah Lingkungan, Hadirkan Sajian Organik hingga Wellness Retreat
Cara pertama adalah tidak terburu-buru meninggalkan toilet setelah pancaran urine berhenti. Berikan waktu beberapa detik agar sisa urine dapat keluar dari saluran kemih.
"Satu, jangan buru-buru. Habis pancaran berhenti, tunggu 5 sampai 10 detik dulu. Kasih waktu saluran kencing kosong beneran, baru pakai celana," ucap dia.
2. Lakukan Urutan Lembut
Jika masih terdapat tetesan urine, dr. Andika menyarankan teknik mengurut secara perlahan pada area di belakang kantung buah zakar menuju bagian depan.
"Dua, teknik urut. Tekan pelan-pelan area belakang kantung buah zakar, terus urut maju ke arah depan. Sisa kencing yang ngumpet itu bakal keluar semua. Ini kayak perah air kencing yang tersisa," kata dr. Andika.
Teknik tersebut bertujuan membantu mengeluarkan sisa urine yang masih berada di bagian uretra sehingga tidak keluar ketika pria sudah mengenakan celana dan mulai bergerak.
3. Rutin Latihan Kegel
Kekuatan otot dasar panggul juga berperan dalam kemampuan mengontrol urine. Karena itu, latihan Kegel dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperkuat otot dasar panggul.
"Tiga, rutin latihan otot dasar panggul atau latihan Kegel. Caranya nih kayak nahan kentut, kencangkan 5 detik, lepas. Ulangi 10 kali, 3 sampai 4 set sehari. Otot dasar panggul kuat, tetesan berkurang, performa seksual makin mantap," tutur dia.
Latihan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar otot dasar panggul menjadi lebih kuat dan membantu meningkatkan kontrol terhadap keluarnya urine.
4. Coba Buang Air Kecil Sambil Duduk
Posisi tubuh ketika buang air kecil juga dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Menurut dr. Andika, pria dapat mencoba buang air kecil dengan posisi duduk atau jongkok.
"Empat, coba kencing dalam posisi duduk atau jongkok. Posisi ini bantu kandung kemih kosong lebih tuntas," kata dr. Andika.
Meski post-void dribbling umumnya bukan kondisi berbahaya, pria tetap perlu memperhatikan jika keluhan terjadi terus-menerus. Terlebih jika tetesan urine disertai gejala lain seperti pancaran urine melemah atau frekuensi buang air kecil meningkat pada malam hari.
Masayu Anastasia Jadi Dokter Forensik di Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Akui Banyak Tantangan
"Tapi ingat, kalau udah pakai empat cara ini dan terus-menerus kejadian, apalagi ditambah pancaran lemah atau sering bangun malam hari buat kencing, itu bisa tanda masalah prostat," katanya.
Jika keluhan menetap atau disertai gejala saluran kemih lainnya, pemeriksaan ke dokter spesialis urologi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.
Dengan demikian, kencing masih menetes setelah buang air kecil tidak selalu perlu dikhawatirkan. Namun, keluhan yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan karena bisa berkaitan dengan gangguan pada saluran kemih atau prostat.









