Sering Menahan Kencing? Hati-Hati Bakteri Bisa Berkembang di Kandung Kemih

Sering Menahan Kencing? Hati-Hati Bakteri Bisa Berkembang di Kandung Kemih

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 06:18
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan menahan kencing mungkin sering dilakukan ketika sedang sibuk, dalam perjalanan, atau sulit menemukan toilet. Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya tidak terus dilakukan karena dapat meningkatkan risiko munculnya masalah pada saluran kemih.

Dokter Spesialis Urologi sekaligus influencer kesehatan, dr Andika Afriansyah, mengingatkan masyarakat untuk tidak terbiasa menahan buang air kecil, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih (ISK).

Menurut dr. Andika, urine yang terlalu lama berada di kandung kemih dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih.

“Dua, jangan nahan kencing. Makin lama urin mengendap, makin banyak bakteri berkembang di kandung kemih kamu,” kata dr Andika, dikutip Kamis (13/8/2026).

ISK merupakan kondisi ketika bagian dari saluran kemih, seperti ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih mengalami infeksi. Bakteri yang masuk ke saluran kemih dapat berkembang biak dan menyebabkan berbagai keluhan.

Gejala ISK dapat berupa rasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil, lebih sering ingin kencing, demam dan menggigil, nyeri pinggang, hingga mual dan muntah. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar hingga ke ginjal.

Karena itu, kebiasaan buang air kecil ketika tubuh sudah memberikan dorongan perlu diperhatikan. Jangan menunda terlalu lama hanya karena sedang sibuk atau ingin menyelesaikan aktivitas terlebih dahulu.

Selain tidak menahan kencing, dr Andika juga membagikan sejumlah kebiasaan sederhana untuk membantu mencegah ISK.

Salah satunya adalah segera buang air kecil setelah berhubungan seksual. Aliran urine dapat membantu membilas bakteri yang berpotensi masuk ke saluran kemih.

“Satu, pipis setelah berhubungan intim. Aliran urin itu bisa ngebilas bakteri sebelum dia naik ke kandung kemih atau ke ginjal, makanya setelah berhubungan intim segera kencing,” ujarnya.

Kebiasaan membersihkan area genital juga perlu diperhatikan. Setelah buang air besar, dr. Andika menyarankan membersihkan dari arah depan ke belakang untuk mengurangi kemungkinan bakteri dari area anus berpindah ke saluran kemih.

“Tiga, cebok dari arah depan ke belakang. Kalau kebalik nanti bakteri yang dari belakang bisa pindah ke depan dan masuk ke kandung kemih kamu,” katanya.

Penggunaan sabun wangi atau pembersih kewanitaan secara berlebihan juga sebaiknya dihindari. Menurut dr. Andika, kebiasaan tersebut dapat mengganggu bakteri baik yang menjadi pelindung alami di sekitar area genital.

“Empat, stop sabun wangi ataupun pembersih kewanitaan yang berlebihan. Niatnya sih bersih, malah bunuh bakteri baik yang jadi pelindung alami di sekitar kemaluan kamu,” ucapnya.

dr Andika juga mengingatkan agar ISK yang berulang tidak hanya diatasi dengan antibiotik. Jika ISK kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, penyebabnya perlu dicari melalui pemeriksaan medis.

“Kalau ISK kamu kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, harus dicari nih penyebabnya, bukan antibiotik terus,” katanya.

Dengan menghindari kebiasaan menahan kencing dan menerapkan pola hidup bersih yang tepat, risiko gangguan pada saluran kemih dapat diminimalkan. Jika mengalami gejala ISK atau keluhan berulang, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Topik Menarik