Kenalkan Petani Ngawi di Sidang MPR, Prabowo Ungkap Dampak Pupuk Murah bagi Usaha Tani

Kenalkan Petani Ngawi di Sidang MPR, Prabowo Ungkap Dampak Pupuk Murah bagi Usaha Tani

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 11:31
share

Presiden Prabowo Subianto menyoroti dampak kebijakan penurunan harga pupuk terhadap produktivitas petani dengan menghadirkan Ketua Kelompok Tani Sri Makmur, Joko Purnomo, dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Joko yang berasal dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, disebut mampu meningkatkan frekuensi panen hingga tiga kali dalam setahun dengan produktivitas mencapai 9 ton padi per hektare.

"Ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sudah 20 tahun bertani," kata Prabowo saat memperkenalkan Joko dalam pidatonya.

Baca Juga:Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ancaman El Nino

Prabowo mengatakan peningkatan produktivitas Joko dan petani lainnya didukung penerapan teknologi serta ketersediaan pupuk yang disediakan pemerintah. Menurut dia, penurunan harga pupuk sebesar 20 turut membantu menekan biaya produksi sehingga petani dapat mengoptimalkan kegiatan usaha taninya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memanggil Joko untuk berdiri di hadapan peserta sidang. Joko kemudian memberikan hormat kepada Presiden dan para tamu undangan, sebelum mendapat tepuk tangan dari peserta sidang.

Prabowo menyebut petani sebagai salah satu kelompok yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Ia bahkan menyebut petani sebagai “pahlawan bangsa” karena menjadi produsen pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Negara harus memudahkan rakyat bukan mempersulit. Tanya rakyat, dengarkan suara rakyat, mereka yang pertama akan menyampaikan. Sering program tidak sampai ke rakyat," ujar Prabowo.

Baca Juga:Banyak Menteri Sakit dan Pingsan, Prabowo: Bukti Kesungguhan Pemerintahan yang Saya Pimpin

Menurut Prabowo, kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memastikan program yang dibuat benar-benar sampai kepada petani. Ia menegaskan pemerintah perlu hadir di tengah petani dengan mendengar kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Kisah Joko Purnomo menjadi salah satu gambaran dampak kebijakan pupuk terhadap kegiatan ekonomi petani. Harga pupuk yang lebih terjangkau dapat membantu menekan biaya produksi, sementara peningkatan produktivitas dan frekuensi panen berpotensi memperkuat pendapatan serta mendukung upaya pemerintah mencapai ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Topik Menarik