Sangkal Diskriminasi terhadap Perempuan, Ini Kronologi Amran Copot Konwil KPPG Surabaya

Sangkal Diskriminasi terhadap Perempuan, Ini Kronologi Amran Copot Konwil KPPG Surabaya

Ekonomi | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:45
share

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan kronologi pencopotan Koordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Tiara Devi, yang menjadi sorotan di media sosial. Amran menegaskan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan diskriminasi terhadap perempuan, melainkan berawal dari persoalan penyerapan telur peternak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Ada yang pelintir dan menginginkan supaya itu menyebar ke mana-mana, ke seluruh nusantara," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga:Gara-gara SPPG Tak Serap Telur dari Peternak, Amran Copot Korwil KPPG Surabaya

Amran menjelaskan persoalan bermula dari aksi demonstrasi peternak ayam dari berbagai daerah yang memprotes penurunan harga telur. Pemerintah kemudian menggelar pertemuan di Surabaya dengan melibatkan peternak, pengusaha, dan pelaku usaha besar untuk mencari penyebab turunnya harga komoditas tersebut.

Dari pertemuan itu, pemerintah menemukan salah satu persoalan terkait belum optimalnya penyerapan telur peternak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan program MBG. “Kita cek di mana masalahnya. Nah di Surabaya, kenapa harga turun, salah satu penyebabnya adalah SPPG ini tidak membeli telur dari peternak dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah,” ujar Amran.

Menurut Amran, tidak ada SPPG di Surabaya yang membeli telur peternak sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut kemudian mendorong pemerintah mencari pihak yang bertanggung jawab mengoordinasikan KPPG di wilayah Surabaya. "Seluruh, satu pun tidak ada yang membeli di Surabaya. Nah, wajib kami tanya, siapa koordinatornya?" kata Amran. Dari hasil koordinasi tersebut, Tiara Devi yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah KPPG Surabaya ditunjuk sebagai pihak yang bertanggung jawab. Amran mengatakan keputusan pemberhentian Tiara pada awalnya merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN). Setelah keputusan tersebut disepakati, sekitar 40 menit kemudian Amran mendapat informasi bahwa Tiara sedang hamil muda.

Mendengar kondisi itu, Amran mengaku menawarkan opsi lain kepada Tiara, yakni tetap bekerja di lingkungan Kementerian Pertanian pada posisi administrasi dengan jabatan yang sama. Menurut dia, posisi tersebut bahkan berpotensi memberikan gaji dan tunjangan kinerja yang lebih tinggi. "Kamu berkantor di Kementerian (Pertanian) bagian administrasi, jabatannya sama, gajinya bisa lebih tinggi, tukinnya. Kami tawarkan di sini," ujarnya.

Baca Juga:Mentan Amran Sulaiman Akan Bertemu Komnas Perempuan

Amran menegaskan pemindahan tersebut tidak dimaksudkan sebagai hukuman ataupun bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Ia mengatakan pihaknya bahkan menawarkan posisi yang dinilai setara, dengan peluang memperoleh penghasilan dan tunjangan lebih tinggi. "Jadi bukan dihukum. Saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ membuktikan bahwa saya tidak ada diskriminasi," kata Amran.

Topik Menarik