Challenge Surat Ad-Duha di The Sounds Project 2026, Newport Minta Maaf
Festival musik The Sounds Project (TSP) 2026 tengah menjadi sorotan setelah potongan video viral yang memperlihatkan aktivitas di salah satu booth produk minuman keras (miras).Dalam gelaran pada Minggu, 9 Agustus 2026, booth tersebut diduga menggelar tantangan (challenge) menghafal Surah Ad-Duha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol.
Kejadian yang berlangsung di area Ancol, Jakarta Utara ini pun langsung memicu gelombang kecaman dari netizen karena dinilai melakukan penistaan agama.Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Newport akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Selasa (11/8/2026).
Dalam pernyataan resminya, pihak brand menegaskan bahwa aktivitas pembacaan ayat suci Al-Quran di booth mereka bukanlah bagian dari program promosi resmi.
Baca Juga : Perunggu Guncang The Sounds Project 2026, Ribuan Penonton Nyanyi Bareng
"Kami perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," tulis manajemen dalam keterangan resminya. Di sisi lain, pihak manajemen brand mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan. Menurut mereka, saat kejadian, seorang pengunjung tiba-tiba mengambil alih mikrofon dari MC dan memulai aksi tersebut tanpa bisa dicegah tepat waktu oleh tim di lokasi."Kami sangat menyesalkan situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, pihak penyelenggara The Sounds Project (TSP) juga mengecam keras insiden tersebut. Mereka merasa dikhianati oleh oknum di booth sponsor yang mencoreng nilai-nilai festival.
Baca Juga : Neck Deep Bikin The Sounds Project 2026 Bergemuruh, Penontn Kompak Nyanyi Bareng
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk," tegas pihak TSP melalui akun media sosial resminya.
Sebagai langkah tegas, TSP telah menegur keras pihak brand minuman beralkohol tersebut dan meminta pertanggungjawaban penuh, termasuk mengidentifikasi siapa saja pihak yang terlibat dalam insiden yang menyinggung SARA tersebut.Kasus ini diketahui telah masuk ke ranah hukum. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Polsek Pademangan dan Polres Metro Jakarta Utara tengah melakukan penyelidikan intensif.
"Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara," ujar Kombes Pol Budi Hermanto di kantornya hari ini.
Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin membuat laporan resmi terkait dugaan penistaan agama ini. Gelar perkara akan segera dilakukan untuk menentukan langkah hukum selanjutnya bagi pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan.









