Program PELITA, MSIG Life Dampingi 20 Siswa Tunarungu Rancang Masa Depan
PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) membantu menjembatani siswa berkebutuhan khusus dari dunia pendidikan menuju dunia kerja lewat program corporate social responsibility PELITA. MSIG Life mempertemukan 20 siswa tunarungujenjang SMA dari SLB Nurasih, SLBN 01 Jakarta, dan SLB Santi Rama dengan karyawan serta mitra tenaga pemasar yang tergabung dalam Million Dollar Round Table (MDRT) Alpha Circle.
Acara yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional ini digelar melalui program bertema My Story, My Future di di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Di situ, setiap siswa berdiskusi dengan seorang Dream Partner sepanjang hari menggunakan bahasa isyarat, dan menutup kegiatan dengan membuat satu rencana masa depan. Baca juga:Cerita Nadya, Mahasiswa Difabel Tunarungu yang Lulus Cumlaude di ITS
Wianto Chen, CEO & Presiden Direktur MSIG Life mengatakan, setiap anak memiliki keunikan, potensi, dan kesempatan yang sama, karena kekurangan di satu tempat selalu punya kelebihan di tempat lain. Ingatan mereka lebih kuat, penglihatan mereka lebih tajam, dan pendidikan sudah membawa mereka sampai di sini.
Melalui kegiatan ini mereka mengenal dunia kerja lebih dekat, menuliskan cita-citanya, dan pulang membawa langkah awal untuk mencapainya. ”Suatu hari nanti, giliran merekalah yang memberikan inspirasi bagi orang lain,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari PELITA, platform tanggung jawab sosial MSIG Life yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan. Kali ini PELITA dijalankan bersama Yayasan Helping Hands, organisasi yang sejak 2019 telah menghubungkan lebih dari 1.000 siswa SLB dengan dunia kerja."Inklusi tidak dibangun melalui satu kegiatan, tetapi melalui ekosistem yang secara konsisten membuka akses, pengalaman, relasi, dan kesempatan bagi siswa Tunarungu. Peran kami adalah menghubungkan sekolah, perusahaan, profesional, dan siswa Tunarungu agar proses dari pendidikan menuju dunia kerja dapat dibangun secara lebih nyata dan berkelanjutan," ujar Executive Director Yayasan Helping Hands, Wendy Kusumowidagdo.
Selain karyawan, sebagian pendamping siswa hari itu adalah mitra tenaga pemasar berprestasi yang tergabung dalam MDRT Alpha Circle, komunitas yang dibentuk MSIG Life pada 2026 dan berlandaskan nilai A.L.P.H.A., yakni Accountability, Learning, Positivity, Hustle, dan Achievement. Nilai-nilai itu mendorong para tenaga pemasar untuk hadir sepenuh hati, terus belajar, dan memaknai keberhasilan dari dampak positif yang diberikan bagi masyarakat.
Keterlibatan karyawan dan mitra tenaga pemasar dalam kegiatan ini sejalan dengan tujuan MSIG Life, yaitu membantu masyarakat mewujudkan masa depan yang lebih baik. Lihat foto:MSIG Life Perkuat Komitmen Pendidikan Lewat PELITA
Di luar kegiatan ini, MSIG Life juga menjalankan prinsip kesempatan yang setara (equal opportunity) dalam proses rekrutmen, tanpa memandang gender, agama, etnis, suku, maupun ras. Sejak 2023, karyawan penyandang disabilitas telah menjadi bagian dari tim kanal distribusi perusahaan sebagai pegawai tetap.
"Setiap karyawan di MSIG Life memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarier, termasuk penyandang disabilitas. Prinsip ini kami jalankan dalam rekrutmen hingga pengembangan karyawan, sebagai bagian dari perjalanan kami membangun tempat kerja yang inklusif bagi semua," tuturnya.









