Pendonor Ginjal Justru Bisa Lebih Sehat, Ini Kata Dokter
Menjadi donor ginjal kerap dibayangkan sebagai keputusan besar yang membuat seseorang harus membatasi aktivitas seumur hidup. Kekhawatiran itu muncul karena setelah mendonorkan satu ginjal, seseorang hanya memiliki satu ginjal yang tersisa. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pendonor ginjal tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan melakukan aktivitas fisik, selama kondisi kesehatannya terjaga dan rutin menjalani pemeriksaan medis.
Dokter Spesialis Urologi sekaligus Konsultan Urologi Transplantasi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), mengatakan anggapan bahwa pendonor ginjal tidak boleh melakukan aktivitas berat merupakan pemahaman yang keliru.
"Kalau Anda kuli bangunan, selesai ini jadi kuli bangunan juga boleh," kata Nur Rasyid dalam acara Siloam Urology Nephrology Summit (SUNS) 2026.
Baca Juga : Dokter Spesialis Urologi Soroti Minimnya Donor Ginjal, Ingin Pemerintah Bentuk Bank DonorMenurutnya, seseorang yang telah mendonorkan satu ginjal tetap dapat bekerja dan menjalani aktivitas seperti biasa. Hal yang lebih penting adalah menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan kesehatan ginjal yang tersisa.
Nur Rasyid bahkan mengatakan, pendonor ginjal bisa memiliki kesadaran kesehatan yang lebih baik setelah menjalani prosedur donor. Mengetahui bahwa hanya memiliki satu ginjal membuat mereka cenderung lebih disiplin dalam menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Ia merujuk pada sebuah penelitian di Amerika Serikat yang membandingkan kondisi kesehatan 100 orang yang menjadi donor ginjal dengan 100 orang yang tidak menjadi donor. Keduanya kemudian dipantau dalam periode tertentu.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan kelompok pendonor memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak menjadi pendonor.
"Hasilnya ternyata yang jadi donor lebih sehat daripada masyarakat yang bukan donor. Kenapa? Karena yang jadi donor tahu bahwa ginjal tinggal satu, dia akan teratur check-up. Dia akan jaga," ujarnya.Baca Juga : Gagal Ginjal Tak Bergejala, Masyarakat Diimbau Deteksi Dini Lewat Tes Urin
Meski demikian, Nur Rasyid menekankan bahwa memiliki satu ginjal membuat seseorang tetap perlu lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan ginjal.
Pendonor perlu menjaga berat badan, menghindari hipertensi, memperhatikan pola makan, tetap aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
"Yang enggak boleh jadi gendut, yang enggak boleh jadi hipertensi. Jadi kurangin makan manis, bergeraklah, check-up teratur," katanya.
Karena itu, edukasi mengenai donor ginjal dinilai penting agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang keliru. Kekhawatiran bahwa donor ginjal otomatis membuat seseorang tidak bisa bekerja atau melakukan aktivitas fisik seperti biasa seharusnya tidak menjadi alasan untuk menutup diri dari informasi mengenai donor organ.
Meski begitu, keputusan menjadi donor tetap harus melalui proses pemeriksaan dan penilaian medis secara menyeluruh. Kelayakan donor ditentukan oleh tim medis berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing calon pendonor.










