Perkuat Identitas Korporasi, IATA Resmi Luncurkan Logo Baru
PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) resmi memperkenalkan logo baru perusahaan sebagai bagian dari transformasi identitas korporasi. Perubahan tersebut merupakan kelanjutan dari pergantian nama perseroan dari PT MNC Energy Investments Tbk setelah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
"Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha," kata Presiden Direktur IATA Suryo Eko Hadianto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga:MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Suryo mengatakan transformasi tersebut tidak hanya mencerminkan perubahan visual, tetapi juga menjadi bagian dari arah strategis perseroan untuk berkembang menjadi perusahaan energi yang adaptif, terpercaya, berdaya saing, serta berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan. Perseroan juga menargetkan terciptanya nilai tambah dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Manajemen menegaskan perubahan logo tidak berdampak terhadap aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur. Penerapan identitas baru akan dilakukan secara bertahap melalui media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, serta berbagai aset korporasi.Logo baru Karya Pacific Energy mengusung filosofi pertumbuhan dan keberlanjutan. Bentuk grafis yang mengarah ke atas merepresentasikan semangat pertumbuhan berkesinambungan dan pola pikir visioner, sedangkan gradasi warna hijau mencerminkan transformasi energi, harapan, inovasi, dan kemajuan berkelanjutan.
Dalam menjaga kinerja bisnis sepanjang 2026, perseroan tetap mengoptimalkan produksi batu bara sembari menunggu hasil evaluasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Integrasi ke dalam ekosistem Karya Pacific Group dinilai memberikan dukungan terhadap kegiatan operasional perseroan, khususnya di bidang pertambangan, logistik, dan infrastruktur. Sinergi tersebut mencakup dukungan infrastruktur strategis berupa coal loading port atau jetty, jembatan timbang, serta jalan angkut (hauling road).Perseroan juga didukung kapasitas kontraktor pertambangan yang mencakup kegiatan land clearing, pemindahan lapisan penutup atau overburden, coal getting, pemeliharaan jalan, pengelolaan stockpile, hingga reklamasi pascatambang. Dukungan tersebut diperkuat dengan ketersediaan armada alat berat dan kendaraan operasional.
Baca Juga:MNC Energy Investments dan KPP Mining Masuki Fase Produksi dengan 1st Digging Ceremony
Saat ini, Karya Pacific Energy mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang aktif beroperasi, yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).
Ketiga konsesi tersebut secara akumulatif memiliki sumber daya batu bara sekitar 598 juta metrik ton (MT), dengan total cadangan batu bara mencapai 288 juta MT. Dengan perubahan identitas dan dukungan ekosistem usaha tersebut, perseroan menargetkan dapat memperkuat efisiensi operasional sekaligus mengembangkan bisnis energi secara berkelanjutan. Transformasi ini diharapkan menjadi pijakan bagi Karya Pacific Energy dalam memperkuat daya saing dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.










