176,20 Hektare Kawasan Gunung Bromo Terbakar, Pemadaman via Darat dan Udara

176,20 Hektare Kawasan Gunung Bromo Terbakar, Pemadaman via Darat dan Udara

Nasional | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:33
share

Tim gabungan masih melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, hingga Sabtu (8/8/2026) malam. Kebakaran yang terjadi sejak Senin (3/8/2026) meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang. “Luas lahan yang terbakar hingga saat ini diperkirakan mencapai 176,20 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Minggu (9/8/2026). Baca juga: 60 Hektare Savana di Gunung Bromo Terbakar, Jalur Wisata Ditutup Sementara

Aam sapaan Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan pemutakhiran penanganan hingga pukul 21.30 WIB, tim gabungan masih berada di area JLKT untuk menangani api yang mendekati ruas jalan tersebut.

Sementara itu, sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Malang. Titik api telah dikondisikan oleh tim darat sehingga saat ini tidak terdapat lagi titik api di lokasi. “Adapun hot spot masih terpantau mengeluarkan asap di area Pusung Ledok Bedor. Kondisi cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang. Tim gabungan terus memantau untuk mengantisipasi perubahan arah atau penyebaran api akibat kondisi medan dan angin,” katanya. Sementara, penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Tim gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, Polhut, Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat melakukan pemadaman menggunakan satu truk pemadam, metode manual gepyok, serta sprayer. “Untuk mempercepat penanganan pada area yang sulit dijangkau melalui jalur darat, operasi udara juga dilakukan dengan mengerahkan dua helikopter. Satu helikopter merupakan dukungan dari Provinsi Jawa Timur melalui Puspenerbal TNI AL dengan kapasitas angkut air 1.000 liter, sedangkan satu helikopter lainnya merupakan dukungan BNPB dengan kapasitas angkut air 1.000 liter,” kata Aam. Dia memastikan BNPB juga telah berkoordinasi dengan Danlanud untuk persiapan posko dan pelaksanaan operasi udara di Lanud Abdulrachman Saleh. BPBD Jawa Timur turut memberikan dukungan logistik dan personel guna mempercepat penanganan karhutla di kawasan tersebut. Penanganan di lapangan masih menghadapi kendala berupa kontur lereng Kaldera Bromo yang terjal, kondisi angin, serta lokasi titik api yang berada di kawasan hutan dengan akses yang sulit dijangkau petugas pemadam darat. Kondisi tersebut menyebabkan operasi udara menjadi salah satu upaya penting untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses secara optimal melalui jalur darat. Sebagai upaya pengamanan, Balai Besar TNBTS telah menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan tersebut mencakup pintu masuk wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Topik Menarik