UNJ Kelola Sampah Dapur Jadi Kompos hingga Olah Nata de Coco dengan Jeniper Kuningan
Tim Dosen Program Studi Biologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada dua sektor vital. Keduanya yakni pengelolaan limbah dan inovasi pangan lokal berbasis limbah air kelapa untuk mendorong terwujudnya gerakan desa bersih berkonsep zero waste.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK dan warga setempat.
Baca juga: Ragam Oleh-oleh Khas Nusantara di Jakarta Fair
Melalui pendekatan biologi terapan, warga dibekali keterampilan mengolah limbah organik rumah tangga dan limbah industri kecil agar memiliki nilai guna serta nilai ekonomi tinggi.
Dalam kegiatan ini, Prof Dr Ratna Komala memberikan materi sesi pertama tentang Gerakan Desa Bersih berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Warga diajak mengolah sampah dapur menjadi kompos organik untuk kesuburan tanah serta memproses sisa buah dan sayuran menjadi eco-enzyme, cairan pembersih alami serbaguna yang ramah lingkungan.Pada sesi berikutnya, peserta diberikan pelatihan teknis pemanfaatan limbah air kelapa menjadi nata de coco. Melalui proses fermentasi sederhana, air kelapa yang biasanya terbuang dan berpotensi mencemari lingkungan diubah menjadi produk olahan pangan bergizi yang bernilai jual.
Peserta juga diajak mengolah nata de coco dan ekstrak bunga telang yang dipadukan dengan Jeruk Nipis Peras (Jeniper), salah satu produk lokal khas dan unggulan dari Kabupaten Kuningan.
Inovasi ini menghadirkan sajian minuman yang tidak hanya segar dan menyehatkan, tetapi juga memiliki nilai estetika melalui perubahan warna alami dari bunga telang saat bertemu keasaman jeruk nipis.
Dr Tri Handayani Kurniati menuturkan bunga telang kaya akan antioksidan yang baik untuk daya tahan tubuh, sedangkan nata de coco tinggi serat alami. Kombinasi dengan jeruk nipis menciptakan cita rasa yang seimbang antara manis dan segar sekaligus memiliki daya tarik visual.
“Produk ini tidak hanya menjadi minuman sehat bagi keluarga, tetapi juga memiliki peluang ekonomi yang sangat prospektif sebagai produk UMKM unggulan khas daerah untuk menopang ekonomi kreatif warga setempat,” ujarnya.
Melalui integrasi pengolahan limbah organik padat dan cair ini, masyarakat Desa Linggajati diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri dari sumbernya. Program pendampingan ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, mandiri, dan bebas sampah (zero waste).









