Pusing Berputar saat Menoleh dan Bangun Tidur, Benarkah Tanda Darah Rendah?

Pusing Berputar saat Menoleh dan Bangun Tidur, Benarkah Tanda Darah Rendah?

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:40
share

Pernah merasakan sensasi seolah dunia tiba-tiba berputar saat mengubah posisi tidur, bangun dari tempat tidur, atau mendongakkan kepala? Keluhan seperti ini cukup sering dianggap sebagai tanda tekanan darah rendah atau kurang darah.

Padahal, pusing berputar yang muncul ketika posisi kepala berubah bisa berkaitan dengan gangguan pada sistem keseimbangan di telinga bagian dalam. Salah satu penyebab yang umum adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), atau yang dikenal sebagai vertigo posisi.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa BPPV tidak selalu harus ditangani dengan obat. Karena gangguan ini berkaitan dengan masalah mekanis pada sistem keseimbangan telinga dalam, penanganannya dapat dilakukan melalui manuver atau gerakan fisik tertentu.

“Pusing muter pas ganti posisi itu bukan kurang darah, bisa jadi itu vertigo posisi,” ujar dr. Cecep dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Minggu (9/8/2026).

Baca Juga : 10 Obat Vertigo di Apotek yang Ampuh Redakan Pusing Berputar

Bisa Dibantu dengan Gerakan Fisik

Dalam unggahannya, dr. Cecep membagikan salah satu teknik gerakan yang memanfaatkan gravitasi untuk membantu mengatasi vertigo posisi tanpa obat.Namun, sebelum melakukan gerakan tersebut, penting untuk mengetahui sisi telinga yang kemungkinan mengalami gangguan. Caranya, berbaring miring ke kiri dan kanan, kemudian perhatikan posisi mana yang paling kuat memicu sensasi berputar.

“Ini salah satu gerakan buat bantu ngatasinnya tanpa obat. Cek dulu pas tiduran miring ke sisi mana yang paling muter. Nah, itu sisi yang kemungkinan kena,” jelasnya.

Sebagai contoh, dr. Cecep memperagakan gerakan untuk sisi kanan. Setiap kali berpindah posisi, pasien dianjurkan menahannya sampai rasa pusing mereda. Jika tidak muncul sensasi pusing, posisi tersebut dapat ditahan sekitar 15 detik.

Berikut tahapan gerakan yang diperagakan:

1. Posisi awalMulailah dalam posisi berlutut. Kemudian, arahkan kepala sedikit mendongak ke atas.

2. Menundukkan kepalaTurunkan kepala hingga mendekati lantai seperti hendak melakukan gerakan berguling ke depan. Tekuk dagu sedalam mungkin hingga mendekati dada.Jika sensasi berputar muncul, pertahankan posisi tersebut hingga rasa pusing mereda.

3. Menoleh ke sisi yang terdampakTanpa mengangkat kepala dari lantai, arahkan wajah ke sisi telinga yang diduga bermasalah. Dalam contoh yang diberikan dr. Cecep, wajah diarahkan ke siku kanan.4. Mengangkat punggungPertahankan posisi wajah tetap menghadap ke kanan. Setelah itu, angkat punggung secara perlahan hingga sejajar dengan lantai.

5. Kembali ke posisi dudukBangun secara perlahan hingga kembali duduk tegak. Setelah itu, arahkan wajah lurus ke depan.

Jika ingin mengulangi rangkaian gerakan tersebut, dr. Cecep menyarankan untuk memberikan jeda sekitar 15 menit.

Baca Juga : 4 Efek Samping Vertigo yang Berdampak Bahaya bagi Tubuh, Waspada!

Mengapa Gerakan Ini Bisa Membantu?

Menurut dr. Cecep, BPPV berkaitan dengan adanya kristal kecil di telinga bagian dalam yang seharusnya berada di tempat tertentu, tetapi kemudian terlepas dan berpindah ke area yang tidak semestinya.

Ketika kepala bergerak, perpindahan kristal tersebut dapat mengirimkan sinyal yang tidak sesuai ke otak sehingga muncul sensasi berputar.“Pada vertigo posisi, ada kristal kecil di telinga dalam yang bisa lepas dan pindah ke tempat yang salah. Pas kepala gerak, sinyal ke otak jadi nggak sesuai,” kata dr. Cecep.

Gerakan yang dilakukan tersebut memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu mengarahkan kembali kristal ke lokasi yang semestinya.

Dengan mekanisme tersebut, penanganan BPPV lebih menitikberatkan pada pendekatan mekanis dibandingkan penggunaan obat untuk sekadar meredakan gejala.

“Obat bukan andalan, masalahnya mekanik, bukan kimia. Obat ngeredam sinyalnya, tapi kristalnya nggak pindah. Pedoman internasional nggak nganjurin obat penekan vestibular buat BPPV,” ujarnya.

Bagaimana dengan Posisi Tidur dan Vitamin D?

dr. Cecep juga meluruskan anggapan bahwa pasien harus mempertahankan posisi tidur tertentu setelah melakukan manuver untuk mengatasi BPPV.

Menurutnya, berdasarkan pedoman kesehatan internasional terbaru, pasien tidak lagi diwajibkan menerapkan pembatasan posisi tidur secara khusus setelah menjalani manuver.Sementara bagi orang yang mengalami BPPV berulang, kadar vitamin D juga dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

“Jika sering kambuh, cek vitamin D. Ada penelitian: suplemen vitamin D plus kalsium nurunin frekuensi kambuh, tapi cuma pada yang kadarnya memang rendah. Cek lab bareng dokter,” tambahnya.

Jangan Abaikan Tanda Bahaya

Meski gerakan tersebut disebut praktis dan dapat dilakukan di rumah, bukan berarti semua keluhan pusing berputar bisa ditangani dengan cara yang sama.

Manuver ini ditujukan untuk kasus BPPV dan tidak boleh dipaksakan apabila seseorang memiliki keterbatasan fisik, terutama pada leher, punggung, atau lutut, maupun memiliki kondisi medis tertentu.Selain itu, ada sejumlah gejala yang perlu menjadi tanda untuk segera mencari pertolongan medis.

“Muter nggak reda lebih dari 24 jam, bicara pelo, wajah perot, telinga mendadak tuli, atau nggak bisa berdiri. Ada masalah leher, punggung, lutut? Jangan dipaksa sendiri. Udah dicoba beberapa kali tetap muter? Periksain,” pungkas dr. Cecep.

Artinya, penting untuk tidak langsung menganggap semua sensasi berputar sebagai vertigo posisi. Jika keluhan menetap, berulang, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti gangguan bicara, kelemahan wajah, kehilangan pendengaran mendadak, atau kesulitan berdiri, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Topik Menarik