Baru Naik Tangga Sudah Sesak? Waspada, Bisa Jadi Katup Jantung Bermasalah
JAKARTA, iNews.id - Baru menaiki beberapa anak tangga tetapi napas sudah terengah-engah, tubuh terasa lemas, dan jantung berdebar? Keluhan seperti ini sering dianggap sebagai tanda kurang olahraga atau kelelahan biasa.
Namun, kondisi tersebut sebaiknya tidak selalu dianggap sepele. Sesak napas saat beraktivitas dan stamina yang menurun juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada katup jantung.
Masalah katup jantung terjadi ketika salah satu atau lebih katup jantung mengalami gangguan. Katup dapat mengalami penyempitan, sehingga darah sulit mengalir atau tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga sebagian darah kembali ke ruang jantung sebelumnya.
Menjadi catatan bahwa jantung memiliki empat katup, yakni mitral, aorta, trikuspid, dan pulmonal. Katup-katup tersebut bekerja seperti pintu satu arah yang menjaga agar darah mengalir ke arah yang semestinya.
Ketika katup mengalami masalah, jantung harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi struktur dan kemampuan jantung dalam memompa darah.
Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Vera Citra Setiawan Hoei, mengatakan penyakit katup jantung yang berlangsung lama dapat menyebabkan sejumlah komplikasi.
“Penyakit katup jantung terjadi ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, sehingga aliran darah terganggu dan jantung bekerja lebih keras. Dalam jangka panjang, bisa terjadi pembesaran jantung, gangguan irama, hingga penurunan fungsi pompa,” jelas dr. Vera, belum lama ini.
Sesak saat Naik Tangga Bisa Jadi Sinyal
Salah satu keluhan yang perlu diperhatikan adalah sesak napas ketika melakukan aktivitas fisik. Misalnya, seseorang yang biasanya mampu menaiki tangga dengan mudah tiba-tiba menjadi cepat terengah-engah meski aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.
Hal serupa berlaku ketika stamina menurun tanpa alasan yang jelas. Tubuh terasa lebih cepat lelah, bahkan untuk aktivitas yang sebelumnya dapat dilakukan tanpa masalah.
Keluhan tersebut dapat muncul karena gangguan pada katup membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah. Seiring waktu, kemampuan jantung dalam memenuhi kebutuhan tubuh saat beraktivitas dapat ikut terganggu.
Meski demikian, sesak dan mudah lelah tidak secara otomatis berarti seseorang mengalami penyakit katup jantung. Kedua keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Kenali Gejala Lainnya
Selain sesak napas dan mudah lelah, terdapat sejumlah gejala lain yang dapat menyertai gangguan katup jantung.
Di antaranya jantung berdebar atau berdetak tidak teratur, nyeri maupun rasa tertekan di dada, pusing, hampir pingsan hingga pingsan, serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
Gejala juga dapat terasa ketika seseorang berbaring. Pada kondisi tertentu, sesak yang sebelumnya hanya muncul saat aktivitas dapat menjadi semakin sering atau berat.
Yang perlu diperhatikan, tingkat keparahan gejala tidak selalu menggambarkan tingkat kerusakan katup.
Ada penderita yang mengalami gangguan katup cukup berat tetapi hanya merasakan gejala ringan. Hal ini dapat terjadi karena tubuh beradaptasi secara bertahap terhadap perubahan fungsi jantung.
Bisa Terjadi pada Berbagai Usia
Penyakit katup jantung tidak hanya berkaitan dengan usia lanjut. Kondisi tersebut dapat dialami anak-anak hingga lansia, tergantung penyebab dan faktor risikonya.
Beberapa penyebabnya antara lain demam rematik setelah infeksi tenggorokan, proses penuaan dan pengapuran katup, infeksi katup jantung atau endokarditis, kelainan bawaan, hipertensi, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Pada ibu hamil, gangguan katup yang sebelumnya tidak menimbulkan gejala juga dapat mulai terasa. Pasalnya, selama kehamilan jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Karena itu, sesak napas atau kelelahan yang muncul secara tidak biasa, terutama jika disertai jantung berdebar, nyeri dada, pusing, pingsan, atau pembengkakan pada tubuh, sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai efek kelelahan.
Mengenali gejala sejak awal dan melakukan pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut hanya berkaitan dengan kondisi tubuh atau menjadi tanda adanya gangguan pada jantung.









