Dokter Ungkap Cara Bantu Redakan Vertigo Posisi Tanpa Obat
JAKARTA - Pernahkah kamu merasakan sensasi berputar hebat yang mendadak saat mengubah posisi tidur atau mendongak? Keluhan ini kerap disalahartikan oleh masyarakat luas sebagai akibat dari tekanan darah rendah atau kurang darah.
Padahal, kondisi pusing berputar yang dipicu oleh perubahan posisi kepala umumnya mengindikasikan gangguan pada sistem keseimbangan di telinga dalam. Kondisi ini dikenal secara medis sebagai Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) atau vertigo posisi.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya menegaskan bahwa penanganan kondisi ini tidak selalu bergantung pada pilar terapi obat-obatan. Karena akar masalahnya bersifat mekanis pada organ keseimbangan, solusi yang paling tepat justru dilakukan melalui manuver atau gerakan fisik khusus.
“Pusing muter pas ganti posisi itu bukan kurang darah, bisa jadi itu vertigo posisi," ungkap dr. Cecep, dikutip Minggu (9/8/2026).
Menariknya, ia membagikan sebuah teknik gerakan mandiri yang memanfaatkan prinsip gaya gravitasi untuk membantu meredakan keluhan vertigo posisi tanpa perlu mengonsumsi obat. Sebelum memulai langkah ini, langkah awal yang wajib dilakukan adalah menentukan sisi telinga mana yang bermasalah dengan cara merebahkan badan miring ke kiri dan ke kanan, lalu merasakan sisi mana yang memicu sensasi berputar paling kuat.
“Ini salah satu gerakan buat bantu ngatasinnya tanpa obat. Cek dulu pas tiduran miring ke sisi mana yang paling muter. Nah, itu sisi yang kemungkinan kena. Kita contohin yang kanan. Aturannya tiap ganti posisi tahan sampai pusing reda. Kalau emang nggak kerasa pusing, tahan 15 detik," katanya.
Secara bertahap, latihan fisik ini dapat dipraktikkan dengan lima urutan langkah sederhana:
- Posisi Awal: Ambil posisi berlutut, kemudian posisikan kepala mendongak ke arah atas.
- Posisi Menunduk: Turunkan kepala hingga menyentuh lantai seperti hendak berguling ke depan, lalu tekuk dagu sedalam mungkin menempel ke dada. Apabila sensasi berputar muncul, tahan posisi tersebut hingga rasa pusing mereda sepenuhnya.
- Menoleh: Tanpa merubah atau mengangkat posisi kepala dari lantai, tolehkan wajah ke arah siku kanan (sesuai contoh sisi yang terdampak).
- Mengangkat Punggung: Dengan posisi wajah tetap menengok ke kanan, angkat punggung secara perlahan hingga posisinya sejajar dengan lantai.
- Kembali Tegak: Bangun ke posisi duduk tegak, kemudian kembalikan posisi wajah lurus ke depan.
Dokter Cecep menuturkan, apabila ingin mengulang rangkaian gerakan tersebut, disarankan untuk memberikan jeda waktu istirahat sekitar 15 menit. Secara ilmiah, latihan ini bekerja dengan mengembalikan posisi materi mikroskopis yang terlepas di dalam organ pendengaran.
"Kok bisa bantu? Pada vertigo posisi, ada kristal kecil di telinga dalam yang bisa lepas dan pindah ke tempat yang salah. Pas kepala gerak, sinyal ke otak jadi nggak sesuai. Nah, gerakan tadi manfaatin gravitasi buat ngarahin kristalnya balik ke tempat asal," tutur dr. Cecep.
Efektivitas manuver mandiri ini didasari oleh pemahaman bahwa pemulihan BPPV memerlukan pendekatan mekanis ketimbang kimiawi. Penggunaan obat-obatan sering kali hanya meredam gejala sementara tanpa memindahkan posisi kristal telinga ke tempat yang seharusnya.
"Obat bukan andalan, masalahnya mekanik, bukan kimia. Obat ngeredam sinyalnya, tapi kristalnya gak pindah. Pedoman internasional gak nganjurin obat penekan vestibular buat BPPV," katanya.
Selain mempraktikkan gerakan tersebut, dr. Cecep juga meluruskan anggapan lama mengenai batasan posisi tidur pasca-manuver. Menurut pedoman kesehatan internasional terbaru, pasien tidak lagi diwajibkan mengatur posisi tidur khusus setelah menjalani gerakan terapi. Bagi seseorang yang kerap mengalami kekambuhan, pemeriksaan kadar nutrisi harian juga patut dipertimbangkan.
"Jika sering kambuh, cek vitamin D. Ada penelitian: suplemen vitamin D + kalsium nurunin frekuensi kambuh, tapi cuma pada yang kadarnya emang rendah. Cek lab bareng dokter," katanya.
Meski gerakan mandiri ini tergolong aman dan praktis dilakukan di rumah, kewaspadaan terhadap gejala penyerta lainnya tetap menjadi hal mendasar. Terapi fisik ini hanya ditujukan untuk kasus BPPV murni dan harus dihentikan apabila terdapat keterbatasan fisik atau indikasi medis lain yang lebih serius.
"Kapan harus ke dokter? Muter gak reda >24 jam, bicara pelo, wajah perot, telinga mendadak tuli, atau gak bisa berdiri. Ada masalah leher/punggung/lutut? Jangan dipaksa sendiri. Udah dicoba beberapa kali tetep muter? Periksain," ucap dr. Cecep.









