Neck Deep Bikin The Sounds Project 2026 Bergemuruh, Penontn Kompak Nyanyi Bareng

Neck Deep Bikin The Sounds Project 2026 Bergemuruh, Penontn Kompak Nyanyi Bareng

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:20
share

Demam pop punk kembali menyapu kawasan Ancol, Jakarta, pada Sabtu (8/8/2026) malam. Band pop punk asal Wrexham, United Kingdom, Neck Deep sukses menghentak panggung The Sounds Project 2026 lewat sederet lagu hits yang tak hanya memanjakan telinga, tetapi juga membakar semangat ribuan penonton dan penggemar yang hadir.

Berdasarkan pantauan di lokasi, band yang digawangi oleh vokalis Ben Barlow ini mulai naik pentas sekitar pukul 21.30 WIB. Kehadiran mereka memang telah menjadi salah satu magnet utama yang paling dinantikan di festival ini, mengingat deretan karya Neck Deep begitu akrab di telinga publik tanah air dan kerap wara-wiri menjadi soundtrack viral di berbagai platform media sosial.

Sinyal kehadiran mereka di atas panggung langsung menyita antusiasme penonton. Ribuan pengunjung yang sebelumnya tersebar di berbagai sudut area The Sounds Project mendadak bangkit dan langsung berdesakan merapat ke area front-stage. Pekikan riuh dan teriakan histeris pun membahana di udara malam saat para personil satu per satu melangkah masuk mengambil posisi instrumen masing-masing.

Baca Juga : Wali Guncang The Sounds Project 2026, Ribuan Penonton Ikut Bernyanyi

Sejak menit awal, Neck Deep tampil sangat energik, menyalurkan letupan semangat yang langsung menular ke seluruh sudut venue. Suasana semakin cair saat mereka tampil interaktif serta sang vokalis yang menyapa para penonton The Sounds Project. “Jakartaaa!” seru Ben Barlow dari atas panggung, yang langsung disambut sorakan bergelombang dari ribuan penonton.

Tanpa membuang waktu, Neck Deep langsung membawakan beberapa lagu pembuka lewat tembang-tembang bertempo cepat seperti Can't Kick Up the Roots, Where Do We Go When We Go, dan Motion Sickness. Komposisi pembuka ini sukses menarik penonton masuk ke dalam lingkaran ritme pop punk yang pekat.

Lautan manusia tampak kompak berjingkrak dan bergoyang ria mengikuti hentakan drum yang bertenaga, sementara penonton yang hafal lirik tanpa ragu melepas suara mereka mengiringi vokalis.

Baca Juga : Project Pop Rayakan 30 Tahun Karier, Gelar Konser Penuh Nostalgia

Tensi pertunjukan terus dijaga lewat rentetan trek populer lainnya. Secara beruntun, Ben Barlow dan kawan-kawan membawakan Parachute, She's a God, When You Know, You Should See Me Now, Take Me With You, We Need More Bricks, hingga STFU. Total tak kurang dari 14 lagu disiapkan untuk memuaskan dahaga musik para penonton.Suasana venue kian membara ketika intro tembang-tembang emosional yang sangat familiar di Indonesia mulai digaungkan. Penampilan lagu Wish You Were Heredan A Part of Mesukses menghipnotis massa untuk melantunkan setiap bait lirik secara kolosal. Volume suara sing along penonton terdengar makin meninggi, bersahut-sahutan mengimbangi aransemen musik dari atas panggung.

Puncak riuh sorak-sorai penonton makin tak terbendung saat nada-nada awal dari lagu Decembermulai dimainkan. Sebagai salah satu lagu yang paling dinantikan, lagu ini langsung menyulut gemuruh bernyanyi bersama yang membahana di seantero arena The Sounds Project, menciptakan momen syahdu sekaligus emosional.

Sebagai pamungkas yang manis, Neck Deep menutup aksi panggung spektakuler mereka lewat lagu "In Bloom". Tembang hits tersebut menjadi titik puncak yang mengunci daya pikat kuat Neck Deep, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai salah satu penampilan paling berkesan dalam gelaran The Sounds Project 2026.

Topik Menarik